Iran mengancam akan menyerang fasilitas perusahaan teknologi AS di Timur Tengah pada Selasa (1/4), sebagai bagian dari eskalasi perang yang dimulai dengan serangan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.
Dalam pernyataan yang dibagikan ke Kantor Berita Tasnim, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa mulai Rabu, mereka akan menganggap lebih dari selusin perusahaan teknologi sebagai “target sah,” termasuk Apple, Google, Intel, dan Tesla. Pesan tersebut menasihati karyawan untuk meninggalkan tempat kerja dan warga yang tinggal di dekat perusahaan-perusahaan itu “di semua negara” untuk mengosongkan area dalam radius satu kilometer.
Pada hari Rabu, operasi komputasi awan Amazon di Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan, menurut laporan dari *Economic Times*. AWS Amazon sebelumnya juga pernah menjadi subjek serangan drone pada bulan Maret.
Perwakilan dari perusahaan-perusahaan dalam daftar, seperti Apple, Google, Microsoft, IBM, Palantir, Boeing, Intel, dan Tesla, belum segera menanggapi permintaan komentar.
Dalam pernyataan kepada CNBC, juru bicara Intel mengatakan, “Keselamatan dan kesejahteraan tim kami adalah prioritas utama. Kami mengambil langkah-langkah untuk mengamankan serta mendukung pekerja dan fasilitas kami di Timur Tengah dan secara aktif memantau situasi.”
Pemerintah AS menyatakan akan membela perusahaan-perusahaan yang diancam. Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa AS “siap dan telah bersiap untuk menggagalkan setiap serangan dari Iran.”