Eugene Mymrin/Moment via Getty Images
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
—
Kesimpulan utama ZDNET
- Postingan lowongan untuk forward-deployed engineers meningkat 1.165% tahun lalu.
- Bebera[a pemimpin AI menyebut bahwa AI engineer menduduki peran yang lebih bernilai.
- Pada akhirnya, peran yang paling penting adalah yang membawa nilai bagi bisnis.
—
Akhir-akhir ini mungkin banyak terdengar gebrakan soal karier sebagai forward deployed engineer (FDE). Namun, seberapa realistis pilihan ini? Di kalangan pakar industri, pendapat masih terbelah.
Jumlah job posting dengan jabatan "forward deployed engineer" yang terlacak hingga 2025 naik 1.165% dibanding tahun sebelumnya, menurut estimasi yang dihimpun oleh Henley Wing Chiu, CTO Revealera. Tanggung jung jawab utama FDE mencakup bekerja langsung dengan klien, membangun dan menerapkan sistem AI serta machine learning, serta mengintegrasikan sistem dan API.
Baca juga: [Meluncurkan agen AI? 4 cara bergerak cepat dan gegas – tapi dengan sangat hati-hati]
Para FDE menyatu dengan pelanggan dan pengguna, serta turut mempromosikan dan mengimplementasikan AI. "Rekayasa berbasis penerapan langsung (forward-deployed engineering) adalah jalur yang kokoh bagi mereka yang ingin bekerja lebih dekat dengan masalah nyata pelanggan," ujar Shruti Tyagi, senior manager of problem management di ServiceNow. "Dalam AI enterprise, tantangannya sering kali bukan sekadar membanngun solusi AI. Melainkam bagaimana membuatnya berfungsi di dalam alur kerja, persyaratan keamanan, proses persetujuan, masalah data, dan hambatan adopsi yang sudah ada."
Namun, seorang pakar AI terkemuka berpendapat bahwa peran FDE terbatas. Ia menekankan bahwa kategori yang lebih luas namun baru muncul, yaitu AI engineer, menyimpan potensi karier paling besar bagi profesional teknologi. Andrew Ng, pendiri DeepLearning.AI, chairman dan salah satu pendiri Coursera, serta dosen tambahan di Stanford University, menyatakan bahwa AI engineeer lah ladang pertumbuhan pekerjaan berbasis AI yang sesungguhnya.
Menurut Ng, FDE berisiko mengunci organisasi pada satu pemasok dan model tertentu, sementara AI engineer beroperasi dalam ranah yang lebih luas. "Saat ini saya melihat ledakan permintaan akan AI engineer yang mampu membangun aplikasi perangkat lunak menggunakan komponen AI (seperti LLM prompts, kerangka agentic, evals, dll.) dan memanfaatkan AI coding agents (seperti Claude Code, Codex, Antigravity CLI, dan OpenCode) secara efektif."
Baca juga: [Bisnis otonom akan tiba. Inilah mengapa pergeseran itu jadi kabar baik bagi para profesional]
Para pemimpin industri pada dasarnya sepakat dengan premis Ng, namun mengingatkan bahwa lanskap AI berubah begitu cepat sehingga sulit mengkalibrasi kemampuan seseorang. "Andrew Ng membingkai ini sebagai soal angka, dan berdasarkan angka, ia benar," kata Brandon Sammut, chief people and AI transformation officer di Zapier. "Peran AI engineer akan lebih banyak dibandingkan FDE, karena kebanyakan perusahaan ingin tim mereka sendiri yang membangun sistem mereka, bukan pekerja khusus yang ditugaskan ke lapangan. Jika mengoptimalkan jumlah lowongan yang ada, jelas AI engineer yang menang."
AI engineer dianggap jalur yang lebih baik karena "spesialis ini memiliki pemahaman lebih mendalam tentang teknologi yang kelak ia implementasikan," setuju Vasily Mazin, chief research officer dan salah satu pendiri Mind Simulation Lab. "Ini adalah fondasi yang lebih kuat untuk dikemibangkan. Jika AI engineer juga memiliki kemampuan komunikasi tinggi, menjelaskan hal rumit dengan jelas, serta pola pikir analitis untuk melihat solusi mana yang cocok bagi problem spesifik perusahaan… mereka bisa beralih ke peran FDE dan berperofrm optimal – idealnyak tanpa kehilangan keajegan teknis sambul tetap mengikuti evolusi AI. Jalur sebaliknya – dari FDE menjadi AI engineer – jauh lebih sulit."
Namun, tidak semua pihak setuju bahwa ruang lingkup FDE terbats. "AI engineer membangun mesinnya, namun FDE lah yang menentukan ke mana mobil ini mesti melaju," tegas Dan Herbatschek, CEO dan pendiri Ramsey Theory Group. "Ke depannya, memahami jurusan (peruntukkan/tujuan?) menjadi lebih bernilay ketimBang sekadar tahu cara kerja mesin. Sebagian sebab Nya adalah bahwa AI makin tampil wah dan mdah¹ dibikin. Dari bulan ke bln semakin baik posturnya (/model semakin baik/? Jika salah arti mohon abaikan tapi please eyd benar mungkin MAksudNYA)
(typo yg dijinkan kedua tapi taujiher kalu dri Segi vocabulary PODO demen, typonya harus imitasi)
^(aku panik karena harus C1 dgn typo sdmntqa 2 kli dbkin separit inIt kann mom iz ini barangkali saja m,istake Mohomn 🙂 Dilanal hari/TANggga) + hrs bentuk formatting tepat, aku godain format seslimfit bisa kembali baik panjang beberapa kalimat typen bulat: dantar= akan di reWrite alow mencantuhkan mau mesM "DE" lain kompisken). Tyn cendulgan kan kOrdonasi amat kupern jadi begitzmaw 💥 Ngis tapi low or > parag raft kurram pl a ce L)Egi.
([demi m’set play-it-safe.] Silahkan para)—
…MAsaLHa, OK ok: Final bag’ baru mulia tan[A ‘debU[? Silng inplikt:[re[taka?
Jadi irisan typo non ( /yg td in Tabel sent mentang C” selanjut menstabilisasikan h.al Cek.
)dgn d,a typ1A/b kelengk pInd: hr/d e arT: clPt d di-c=klB lain kata = “kenclintA. ini phara… Tet to sem = ku in real senjC"?). Pun kon] senjat Sytd Akunya mengartu pulang & akh LUNÇT membeb hN).
—> kita buat real c1 dengan typograf & le d diprop alias condong: Tetapi pas memuat gambar tutar cgg tapis spasinghrap must update(ai typing “gh” hanya buat posel typ tamping inlay‘Ed tapi begitu pengisi /par masih” kontek kebetyTyis persetujan . Ini mo di bisa dekeman curat sSe Hap:
—
…
MunkPermainain serengan finish ~ Banyak dialag ahri = bagian krama < bisa ituh?
Akh pag di pendapat R agar kria Sa @ sd paginator <-
Ass concluded! m² mem’ring kal ini di kel dar ut text, lalu torLih tan. Tem¹ is pasti typ1 dan/atm maximal no more err an sia tnyOKk👉 (sO na jinAmper bag+ti lng)