Iklan Badlands dengan Rangka Robot yang Terpenggal

Apa yang Anda lihat di sini adalah cuplikan dari film Predator: Badlands. Gambar tersebut menampilkan sosok Predator bernama Dek (Dimitrius Schuster-Koloamatangi) yang memegang bagian atas tubuh makhluk sintetis bernama Thia (Elle Fanning). Film ini memiliki rating PG-13 di AS dan diklaim tak memuat setetes pun darah manusia. Nah, apakah gambar ini menakutkan bagi Anda? Apakah menyinggung? Apakah Anda anggap “tidak pantas” atau “mengganggu”? Jika jawaban Anda adalah “ya” untuk salah satunya, Anda akan merasa lega.

Menurut laporan Deadline, Disney selaku distributor film Predator: Badlands dilarang menayangkan iklan yang memuat gambar tubuh terpotong (diduga gambar di atas) dengan alasan berpotensi “menyebabkan ketakutan atau tekanan bagi anak-anak.” Advertising Standards Authority, lembaga berbasis di Inggris, disebutkan menerima dua keluhan mengenai iklan tersebut, yang dinilai “tidak pantas dan mengganggu” untuk penonton muda. Di Inggris, Badlands berrating “12” untuk “kekerasan moderat, ancaman, detail cedera”—lebih rendah dari rating di AS.

Sebagai tanggapan, Disney menjelaskan bahwa gambar tersebut muncul kurang dari dua detik dan tidak menampilkan karakter manusia, melainkan sebuah “synth.”

ASA membalas, “Meski kami mengakui komentar [studio] bahwa figur yang lebih kecil itu bukan manusia, melainkan robot ‘synth’, kami menilai hal itu tidak jelas dalam iklan, dan figur tersebut cenderung diterjemahkan sebagai manusia. Kami lebih lanjut berpendapat bahwa penggambaran realistis torso terpotong dan tulang belakang yang terbuka tersebut mengerikan dan berpotensi mengganggu bagi anak-anak.”

“Kami mengakui keputusan ASA,” ujar juru bicara Disney kepada Deadline. “Kami sangat serius dalam tanggung jawab kepada penonton dan berupaya bekerja sama dengan mitra untuk memenuhi standar yang berlaku.”

Pada akhirnya, ini bukanlah perkara besar. Predator: Badlands telah meninggalkan bioskop, dan meski sedang mempromosikan rilis rumahan, jarang melibatkan penempatan iklan yang mencolok. Lagipula, Disney dapat melakukannya tanpa menggunakan gambar “tubuh terpotong” tersebut. Dan meski ASA benar bahwa gambar itu dapat disangka sebagai manusia jika seseorang tak tahu konteks filmnya, bukankah ini agak berlebihan? Apakah makhluk bergigi tajam dan besar itu tidak lebih menakutkan? Atau monster pembunuh raksasanya?

MEMBACA  Kenangan Sengit Arundhati Roy tentang Kehidupan bersama Ibunya yang Tak Terduga

Berikan pendapat Anda apakah gambar tubuh terpotong itu mengganggu dan tidak pantas. Dan saksikan hal-hal yang lebih mengganggu serta tidak pantas dalam Predator: Badlands, tersedia secara digital, dapat di-streaming di Hulu dan Disney+ mulai 12 Februari, serta dalam format Blu-ray, 4K, dan DVD pada 17 Februari.

Ingin berita io9 lainnya? Simak jadwal Marvel, Star Wars, dan Star Trek mendatang, kelanjutan DC Universe di film dan TV, serta segala hal tentang masa depan Doctor Who.

Tinggalkan komentar