Masih ingatkah kalian dengan Friendster? Platform jejaring sosial era awal 2000-an ini kembali hadir, sekitar 24 tahun kemudian, dengan sebuah konsep baru yang cukup unik: pengguna hanya bisa terhubung dengan teman di dunia nyata.
Pendiri Friendster yang baru, Mike Carson, mempromosikan platform media sosial yang diluncurkan kembali ini dengan klaim bebas dari iklan dan algoritma. Tapi, bukan cuma itu yang hilang.
Untuk saat ini, Friendster hanya tersedia sebagai aplikasi iOS. Begitu pengguna mengunduh aplikasi dan mengatur akun, mereka akan melihat layar yang benar-benar kosong. Friendster tidak menampilkan kiriman apa pun kepada pengguna. Faktanya, sama sekali tidak ada saran tentang siapa yang harus diikuti.
Friendster yang baru dirancang agar pengguna secara ketat hanya mengikuti orang yang mereka kenal di kehidupan nyata. Dan platform ini memastikannya benar-benar digunakan seperti itu. Untuk mengikuti seseorang di Friendster, dua pengguna harus menyentuhkan ponsel mereka secara fisik selagi aplikasi terbuka. Hanya ini satu-satunya cara untuk terhubung dengan seseorang di platform tersebut.
BACA JUGA:
[Sudah saatnya MySpace kembali.]
Apa yang Terjadi pada Friendster
Sebelum MySpace sukses besar, sudah ada Friendster.
Mashable Light Speed
Friendster resmi diluncurkan pada Maret 2002 oleh pendirinya, Jonathan Abrams, dan secara luas dianggap sebagai platform jejaring sosial online besar pertama. Namun, tak lama setelah peluncurannya, jejaring sosial lain seperti MySpace langsung melesat dan Friendster tidak mampu mempertahankan posisinya di kalangan pengguna Amerika.
Platform ini memang mendapatkan basis pengguna yang signifikan di Asia dan akhirnya dijual ke sebuah perusahaan Malaysia, sebelum Friendster beralih menjadi situs permainan sosial di tahun 2011. Namun pada akhirnya, Friendster benar-benar ditutup pada 2015.
Carson, pemilik baru, mengatakan bahwa ia menyadari domain Friendster.com kembali mengarah ke sebuah situs yang penuh dengan iklan pop-up pada tahun 2023. Carson menghubungi pemilik baru domain tersebut dan mengetahui bahwa mereka memenangkan Friendster.com di lelang domain yang sudah kedaluwarsa satu tahun sebelumnya hanya dengan $7.456. Carson akhirnya membuat kesepakatan dengan pemilik domain itu, membeli Friendster.com seharga $20.000 dalam Bitcoin beserta domain lain miliknya yang menghasilkan $9.000 per tahun.
Dalam sebuah postingan blog yang membahas pengalamannya mengakuisisi domain Friendster, Carson mengatakan bahwa ia berencana untuk mengaktifkan fitur Teman dari Teman, yang memungkinkan pengguna untuk terhubung secara online saja jika mereka sudah terhubung dengan teman lain yang pernah ditemui oleh salah satu pengguna.
Selain itu, Carson ingin meluncurkan fitur Koneksi Memudar yang mengingatkan pengguna ketika mereka sudah tidak berada di ruangan yang sama dengan salah satu koneksi Friendster mereka selama lebih dari setahun.
"Bukan sebuah hukuman – hanya pengingat lembut bahwa pertemanan sejati dijaga secara langsung, bukan online," jelas Carson.
Setelah mengunduh aplikasinya, sejujurnya saya harus mengakui bahwa semua ketiadaan ini membuatnya terasa menakutkan untuk digunakan. Meski begitu, Friendster yang baru tampaknya menjadi ide yang sangat menarik – tentunya jika bisa sukses. Tantangan sesungguhnya sepertinya adalah menarik pengguna untuk mulai menggunakannya, karena mereka juga akan melihat aplikasi lapang kosong sampai mereka mulai menjalin koneksi di kehidupan nyata.
[]
Topik:
Aplikasi & Perangkat Lunak | Media Sosial