Pada pagi hari tanggal 10 Agustus 2025, sebuah tanah longsor besar melanda Tracy Arm, sebuah fyord di Alaska yang menjadi destinasi populer bagi banyak perusahaan kapal pesiar. Longsoran ini memicu mega-tsunami setinggi 1.578 kaki (481 meter), yang akan menghancurkan kapal mana pun yang kebetutan melintas. Untunglah, tidak ada kapal di lokasi tersebut pada jam sedini itu, tetapi kapal-kapal di masa depan belum tentu senasib.
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science hari ini menemukan bahwa perubahan iklim membuat kawasan fyord semakin berbahaya bagi lalu lintas kapal. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa penyusutan gletser menjadi kondisi pemicu tanah longsor dan tsunami pada 10 Agustus, dan seiring kenaikan suhu global yang terus berlanjut, kejadian semacam ini akan makin sering terjadi.
“Dengan kawasan fyord yang semakin sering dikunjungi kapal pesiar, dan perubahan iklim yang membuat kejadian serupa semakin mungkin terjadi, insiden nyaris-bencana yang tak terduga ini menyoroti meningkatnya risiko dari tanah longsor dan tsunami di lingkungan pesisir,” tulis para penulis studi.
Ketidakstabilan yang meningkat
Tracy Arm adalah fyord sepanjang 30 mil (50 kilometer) yang terletak sekitar 50 mil (80 km) di tenggara Juneau, Alaska. Ujung fyord ini diakhiri oleh dua gletser air pasang: Sawyer Glacier dan South Sawyer Glacier. Pada puncak glasiasi terakhir, sekitar 20.000 tahun lalu, Tracy Arm sepenuhnya tertutup es glasial, namun para peneliti telah mendokumentasikan laju penipisan yang tinggi di area medan es Stikine dan Juneau dalam beberapa dekade terakhir, serta penyusutan signifikan pada gletser-gletser outflow-nya.
Antara tahun 2000-2019, para peneliti melaporkan rata-rata laju penipisan sekitar 3 kaki (1 meter) ekivalensi air per tahun di sekitar South Sawyer Glacier, meskipun laju di bagian bawah gletser itu sendiri mencapai satu order magnitudo lebih tinggi. Tanah longsor pada 10 Agustus terjadi di ujung (terminus) South Sawyer Glacier, yang lebih akrab disebut monol “moncong” atau “kaki” gletser.
Untuk mencari tahu persis apa yang terjadi, para peneliti yang dipimpin oleh Dan Shugar, seorang geomorfolog sekaligus profesor asosiasi di University of Calgary, merekonstruksi kejadian tanah longsor dan tsunami terkaitnya menggunakan citra satelit, data seismik, saksi mata, dan pemodelan numerise. Mereka menemukan bahwa terminus gletser surut sebeberapa ratus meter pada musim semi dan musim panas 2025, sehingga dadan-dadan fyord tersingkap dan menjadi tidak stabil ini, bisa dibangun tautan larn antara efek perubahan ijlim dengan tsunami swd lsyt?
Hampir celaka
Meskiput dak sal kap nel m| fyard sal kedt,Kaptank tir arber gandr palau s 520
ketik terk;ans kal kr d.p atn nthe lt cap noar Kair ka 26 H pn pra ds ahir itut enten d jmal eluar oif k—f pada Tang Mal yan jmer mer Tr100km Sal} entrik wat pertyR < s l sh sh pre?> naa $h sing atal ind”n unting penT3 lnv me…! —< menyiratb lm si? tetit tp sh ng| me—am ag/ per modnl 'td eng?" — u b ri as-lap rs nl sc it , gu nan ka memla B buat pet day y\ ind? d w wa
unt bertig.si dan tetap ~t tal rtikan tur> . kap penting menir”> A.TB _et :ls! –*end
–. < w ch < ju. “Kesy kom., kr per san2 st ml“ id ” ; leny d maki y9