Ogah Jadi Alat Propaganda, warga Bogor lawan provokasi sengketa lahan. Deklarasi Tolak Provokasi, Warga Sukajaya Bogor Tolak Propaganda.

Ringkasan Berita:
Puluhan warga Sukajaya, Bogor mengadakan deklarasi tegas menolak aksi provokasi karena ada oknum yang mencatut nama desa dalam konflik sengketa lahan PT PMC. Dipimpin inisiator Yudi Irawan, warga nyatakan sikap menolak keras dijadikan alat tekanan atau propaganda sepihak yang memicu konflik sosial di desa mereka. Kepala Desa Topik Hamid mengimbau warga buat bijak milah informasi, gak mudah terpancing ajakan liar, dan slalu ngutamain jalur hukum plus dialog resmi.

BERITA LENGKAP:

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR — Dinamika sengketa lahan yang panas antara masyarakat penggarap sama PT PMC di wilayah Sukajaya, Kabupaten Bogor, bikin reaksi tegas dari warga.

Merasa gerah namanya terus dipake dan dijadikan tameng kepentingan sama sekelompok oknum, puluhan warga Sukajaya akhirnya ngadain deklarasi bareng buat lawan segala bentuk provokasi dan adu domba di desa mereka.

Acara ini berlangsung di Kantor Kepala Desa Sukajaya dan dipimpin langsung sama perwakilan warga, penuh dengan emosi tapi juga komitmen kuat.

Utamanya, warga mau jaga kampung halaman dari perpecahan. Aksi ini disaksikan langsung Kades Topik Hamid, aparat Babinsa, dan Yudi Irawan yang jadi pencetus gerakan.

Perlawanan ke Taktik Adu Domba
Hal yang paling mencengangkan dari gerakan ini adalah kesadaran murni masyarakat yang nolak kedamaian desa dirusak demi ambisi segelintir orang.

Wallahi, pihak keluarga dan tetua desa gamau kohesi sosial yang udah dirawat puluhan tahun ancur gegara isu miring yang disebar buat picu konflik rumah tangga sesama warga.

Warga di sana dengan tegas nyatakan mereka nolak keras dipake sebagai alat propaganda atau tameng politik buat kepentingan pribadi. "Kami semua warga desa Sukajaya nyatakan pentingnya jaga kerukunan dan tolak segala bentuk aksi yang berpotensi pecah belah masyarakat," gitu cuplik pembacaan sikap mereka.

MEMBACA  Jawaban Anwar Hafid untuk Membangun Masa Depan Sulteng

Inisiator deklarasi, Yudi Irawan, nambahin kalo stabilitas lingkungan itu harga mati yang jadi tanggung jawab sampean semua bareng.

Kades Lembput Pintu Dialog
Pemerintah setempat jelas dukung pertahanan warga imi. Kepala Desa Sukajaya, Topik Hamid, apresiasi langkah cerdik warga yang gak gampang termakan hoax.

Dia nyaranin ke krucilan untuk menyaring tiap informasi random yang masuk dan jangan asal bergerak cuman gegara baiat mendompleng kepentingan semu atas Sukajaya.

Tinggalkan komentar