Bulan Baru telah berlalu, yang berarti setiap malam Bulan akan tampak semakin besar dan terang di langit. Hal ini terjadi karena semakin banyak sisi Bulan yang terkena sinar matahari terlihat dari Bumi. Mulai sekarang, ia akan semakin tercerahkan setiap malam hingga purnama berikutnya.
Bagaimana fase Bulan hari ini?
Per Sabtu, 18 April, fase Bulan adalah Sabit Awal. Malam ini, hanya 1% permukaan Bulan yang akan diterangi, menurut Panduan Bulan Harian NASA.
Bulan mulai bersinar kembali, namun untuk saat ini, masih terlalu sedikit permukaannya yang terang untuk dapat dilihat dengan jelas.
Kapan purnama berikutnya?
Purnama berikutnya diperkirakan akan terjadi pada tanggal 1 Mei, yang merupakan yang pertama dari dua purnama di bulan Mei.
Apa itu fase-fase Bulan?
NASA menyatakan bahwa Bulan membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari untuk mengorbit Bumi, dan selama itu ia melewati delapan fase yang berbeda. Kita selalu melihat sisi yang sama dari Bulan, tetapi jumlah sinar matahari yang dipantulkannya berubah seiring pergerakannya dalam orbit, menciptakan pola terkenal bentuk purnama, separuh, dan sabit. Perubahan penampilan ini disebut fase bulan, dan totalnya ada delapan:
Bulan Baru – Bulan berada di antara Bumi dan matahari, sehingga sisi yang kita lihat gelap (dengan kata lain, tak terlihat oleh mata).
Sabit Awal (Waxing Crescent) – Sebilah kecil cahaya muncul di sisi kanan (Belahan Bumi Utara).
Kuartal Pertama – Separuh bagian Bulan diterangi di sisi kanan. Terlihat seperti setengah bulan.
Cembung Awal (Waxing Gibbous) – Lebih dari separuh diterangi, tetapi belum sepenuhnya purnama.
Bulan Purnama – Seluruh wajah Bulan diterangi dan terlihat sepenuhnya.
Cembung Akhir (Waning Gibbous) – Bulan mulai kehilangan cahaya di sisi kanan. (Belahan Bumi Utara)
Kuartal Ketiga (atau Kuartal Terakhir) – Setengah bulan lagi, tetapi kini sisi kiri yang diterangi.
Sabit Akhir (Waning Crescent) – Sebilah tipis cahaya tersisa di sisi kiri sebelum kembali gelap.