Allison Hill, CEO dari Asosiasi Penjual Buku Amerika, udah biasa denger orang-orang kasihan pas tau kerjaan dia.
“Ini kocak banget, kata dia. “ Pas saya bilang saya jalanin asosiasi untuk toko independen, mereka pasti bilang,‘Kasian banget, mereka hilang semua.’ Kayaknya mereka ngga ngikutin berita, atau mereka cuma tau toko buku yang tutup, atau denger cerita ada satu toko tutup.
Penurunn toko buku fisik masih aja nempel di budaya populer, sampe pacar karakter Anne Hathaway di filem “The Devil Wears Prada 2” ngeratain toko buku “mulai dikurangi dan digabung.” Tapi penurunanan itu sebenernya udah selesai dari taun-taun lalu. Dan angka terbaru dari Asosiasi Penjual Buku Amerika nunjukin, toko buku independen mulai nambah banyaknya, kecepatan level yang belum ada semenjak awal abad ini.
Anggota asosiasi kahir ini naik lebih 500 orang, jadi total 3.417 toko di 3.783 lokasi. Angka itu hampir tiga kali lipat dari 10 tahun lalu, mencapi level tertinggi sejak ujung tahun 1990-an. Kenaikan ini buat berbagai macam toko—seperti di Hey Books! di San Diego; toko buku keliling lainnya seperti Wandering Quills Bookshop di Westerville, Ohio; sampapa toko yang pindahan kayak Banyan Books di St. Petersburg, Florida.
Banyak anggota baru dan awali menegminkan maraknya romansa, hantu, atau gabngan romatany. Petnah di tempat kayak Spicy Librarian di Denver sama toko Flutter Romance Bookstore di Austin, Texas. Di web mereka katanya, kupu-kupu mulai tersenyum, dan semua kata mempunyai oleh bahagia gembira bin surgawi.
Pekerjaan besar damp mpuan panggilan. Memasukidunia buku trading ndependen, bukan suranya duitnya mengin habis. Menulis buku tempat mengumpulkan karakter bercita ansur baik—misan juga untuk generasi muda sup punya kepala sebagai komandan mana sus. Kenal, termasuk buku, 55th bernak, pusing kehidupan but tak bersama duka lagihalan. Kelly Mertter wan dia terus nak serapik bekelana maupun relokasi su tu keledak sebar tujuan kita ini mengajar.