Aplikasi Doa Diretas Kirim Pesan ‘Menyerah’ ke Warga Iran di Tengah Serangan Israel dan AS

Warga di seluruh Teheran dan kota-kota lain di Iran terbangun oleh dentuman ledakan keras pada dini hari Sabtu, menyusul serangan gabungan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Serangan yang disebut AS dan Israel sebagai “pemukulan pre-emptif” ini terjadi setelah periode negosiasi yang gagal antara negara-negara tersebut, dan di tengah gelombang protes masif di Iran awal tahun ini yang menewaskan setidaknya 3.117 warga sipil menurut data resmi.

Tak lama setelah rangkaian ledakan pertama, warga Iran menerima sejumlah notifikasi mendadak di ponsel mereka. Notifikasi ini bukan berasal dari pemerintah yang meminta kewaspadaan, melainkan dari aplikasi penanda waktu salat bernama ‘BadeSaba Calendar’ yang diduga diretas. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 5 juta kali dari Google Play Store.

Pesan-pesan tersebut muncul beruntun dalam kurun 30 menit, dimulai dengan frasa ‘Bantuan Telah Tiba’ pada pukul 09:52 waktu setempat. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas peretasan ini.

Cuplikan layar yang dibagikan kepada WIRED Middle East menunjukkan pesan yang mendesak personel militer Iran untuk menyerahkan senjata dengan janji amnesti. Pesan itu juga mendorong anggota militer untuk bergabung dengan “pasukan pembebasan” dan “membela saudara-saudara kalian.”

Semua notifikasi tersebut berjudul “Bantuan Sedang Dijalan”, dan menyerukan agar anggota militer Iran menyerahkan diri.

Screenshot: WIRED Middle East

“Waktu untuk balas dendam telah tiba,” bunyi salah satu notifikasi yang diterima pukul 10:02 pagi (diterjemahkan dari bahasa Farsi). “Kekuatan represif rezim akan membayar tindakan kejam dan tak berperasaan mereka terhadap rakyat Iran yang tak bersalah. Siapa pun yang ikut membela dan melindungi bangsa Iran akan diberi amnesti dan pengampunan.”

MEMBACA  Jaga Cuaca Ekstrem, Gelombang Tinggi dan Banjir, Daftar Daerah Berpotensi Terdampak

“Demi kebebasan saudara-saudari kami di Iran, ini adalah seruan kepada semua kekuatan opresif — letakkan senjata kalian atau bergabunglah dengan pasukan pembebasan. Hanya dengan cara ini nyawa kalian dapat diselamatkan. Untuk Iran yang merdeka,” bunyi pesan lain yang dikirim pukul 10:14.

Analis keamanan siber mengonfirmasi bahwa pengguna BadeSabah menerima notifikasi sekitar waktu serangan, namun sumber peretasan belum dapat diidentifikasi. “Saat ini, kami sungguh tidak tahu siapa dalangnya, apakah Israel atau kelompok-kelompok anti-pemerintah Iran lainnya,” kata Narges Keshavarznia, peneliti hak digital di Miaan Group. Ia menambahkan bahwa belum ada kelompok peretas yang mengklaim.

“Penelusuran atribusi dalam kasus seperti ini selalu kompleks, dan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan.”

​​Morey Haber, penasihat keamanan utama di BeyondTrust, menegaskan bahwa operasi siber dengan sifat seperti ini hampir pasti telah direncanakan jauh sebelumnya.

“Kompromi aset [kemungkinan] terjadi beberapa waktu lalu, dan pesan ‘bantuan’ ini diatur waktunya secara strategis,” klaimnya. “Ini bukan serangan jenis ‘smash-and-grab’. Ini adalah negara versus negara dan dieksekusi dengan niat dan presisi.”

Iran pada Sabtu melancarkan serangan balasan kinetik yang menargetkan pangkalan militer kunci di Timur Tengah. Ledakan dilaporkan terjadi di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar pada hari Sabtu, termasuk beberapa misil yang berhasil dicegat.

Pemadaman Digital & Perang Siber

Seiring perang berkecamuk, publik Iran telah menghadapi pemadaman internet dan penurunan konektivitas parah selama berminggu-minggu. “Negara ini mengalami gangguan internet yang meluas, dan akses internet menurun signifikan di beberapa bagian negara, termasuk Teheran,” kata Keshavarznia.

Menurut alat pemantau internet NetBlocks, lalu lintas jaringan keseluruhan telah turun hingga 4 persen. Data dari sistem pemantau Radar ArvanCloud, layanan cloud yang dioperasikan Iran, menunjukkan bahwa banyak pusat data utama dan situs PoP domestik telah kehilangan konektivitas ke internet internasional atau mengalami gangguan parah, tambah Keshavarznia.

MEMBACA  Renungan Suci Digelar di TMP Kalibata Malam Ini, Polisi Anjurkan Warga Gunakan Rute Alternatif

Jaringan komunikasi juga terputus dengan gangguan pada saluran telepon dan layanan SMS, serta degradasi parah pada koneksi data seluler dan broadband tetap. “Panggilan internasional masuk ke Iran juga dilaporkan terdampak. Bahkan menggunakan VPN menjadi sangat sulit,” ujarnya.

Tinggalkan komentar