540 Juta Tahun Lalu Ia Diduga Fosil Hewan, Namun Kini Berubah TAK Terduga

Pada tahun 2017, para peneliti menemukan bongkahan kecil fosil berbentuk filamen yang, pada saat itu, tampak seperti jejak fosil cacing atau hewan laut kecil kecil lainnya yang berusia antara 542 hingga 555 juta tahun. Usianya yang mencengangkan dengan mudah menjadikan fosil ini salah satu bukti tertua keberadaan hewan di Bumi—tentu saja, jika jejak tersebut benar-benar berasal dari hewan.

Menurut penelitian baru yang terbit di Gondwana Research, jawabannya adalah “tidak” yang mengecewakan. Ketika tim peneliti berbeda meninjau ulang fosil tersebut menggunakan teknik pencitraan canggih, mereka menemukan bukti kuat yang menunjukkan bahwa filamen tersebut sebenarnya adalah alga dan bakteri. Mengingat sejarah Bumi, kesimpulan ini sebenarnya lebih masuk akal, karena 540 juta tahun yang lalu, kadar oksigen di atmosfer mungkin terlalu tipis untuk mendukung keberadaan meiofauna, atau invertebrata yang berukuran kurang dari satu milimeter.

“Dengan menggunakan teknik mikrotomografi dan spektroskopi, kami mengamati bahwa mikrofosil ini memiliki struktur seluler yang konsisten dengan bakteri atau alga yang hidup di periode tersebut—ini bukanlah jejak hewan yang mungkin pernah melintasi area itu,” ungkap Bruno Becker-Kerber, penulis utama studi ini yang kini menjadi peneliti pascadoktoral di Harvard University, dalam sebuah pernyataan resmi.

“Saya belum bisa percaya bahwa mereka benar-benar sudah membantah sifat jejak fosil dari spesimen yang sedikit lebih muda yang kami teliti,” ujar Luke A. Parry, penulis utama studi tahun 2017, kepada Gizmodo melalui surel. “Namun, sangat bagus untuk melihat fosil-fosil ini dianalisis ulang menggunakan metode beresolusi lebih tinggi.”

Pertanda Awal Kehidupan

Sebagai latar belakang. Menurut Natural History Museum di Inggris, letusan Kambrium merujuk pada 20 juta tahun pertama periode Kambrium, yang berlangsung antara 539 juta hingga 480 juta tahun lalu. Letusan ini menandai “momen penting dalam diversifikasi bentuk kehidupan multiseluler berukuran besar, termasuk hewan,” sebagai akibat dari meningkatkanya oksigen dan elemen pembentuk mineral di lautan, pungkas museum tersebut.

MEMBACA  Koleksi PopSockets Pokémon Siang dan Malam 2026: Tempat Membelinya

Akan tetapi, penemuan tahun 2017 di Corumbá, Brasil, mengindikasikan bahwa meiofauna yang relatif “kompleks” sudah aktif sebelum letusan tersebut, yaitu selama periode Ediakaran. Namun, saat itu tidak ada metode yang relatif tidak merusak untuk membedah mikrofosil dengan resolusi tinggi, tutur Becker-Kerber, yang mengerjakan penelitian baru ini sebagai bagian dalam sebuah beasiswa di University of São Paulo, Brasil.

Menjawab Pertanyaan yang Rumit

Filamen-filamen yang saling terkait, seperti terlihat dalam foto, membantu memperkuat kesimpulan bahwa ini bukan bekas yang ditinggalkan oleh hewan. Kredit: Bruno Becker-Kerber/Harvard University

Ya, hebatnya. Selama sembilan tahun terakhir, para ilmuwan (tidak seusngguhnya nempel spesifik untuk mikrofosil ini) telah menemukan teknik pencitraan yang cukup maju untuk memeriksa jenis mikrofosil seperti ini, yang sepyerti namanya, berukuran sangat mungil, mulai dari beberapa mikrometer hingga beberapa milimeter.

Selain fosil tahun 2017, tim tadi temuan juga sampel baru dari sebuah lokasi dekat selur selatan yang memiliki properti serupa. Para peneliti menganalisis fosil-fosil itu menggunakan pemercepat partikel Sirius di Brasil, teknik pencitraan skala nanometer, dan spektroskopi Raman. Hasilnya, mereka mengidentifikasi dinding sel yang terawesi, pembelahan dinding sel, dan sisa-sisa organik lain “yang jauh lebih mirip dengan bakteri atau alga daripada sekadar tanda gangguan yang disebabkan hewan-huewan,” punur penjesan saja kalakk.

Tantangan yang Berkelanjutan

Meskipun begitu, sekalipun tu fosofor hewan waktu tahun patuh, ia ing min, tambahya singgus tali letle pernar bahasa isat banyak ada menat. Pra doktor o; dir sin pa. Kadun mendak alga beruleu cing berukus kelenc; jadi ngasi reka, hasul mana rek sia murning rak-; akan mejron; dilar jel kaptan rad nak ken dos kit gem; ila gar bete. a marin mor polia kor re (el)? dat me s gl pl iz pr ex> end p mus = im pan tum ? … parig tik, ur ah ada emb ren pat and; j u ge k ” … ken dem jel jag In in ang med dek er e=”h fun par pr Ing: and Ga Ce am id: rek nik me Ja Lo pi . mal mo mo sat U Fi rid V tyi dan up pol ling. Et hal mu ding mig rit se los he to Y jel jag sep kon lar … u pa). tu ma ten el”? Gan sa .”

MEMBACA  Lebih dari 123 juta penonton menyaksikan

Tinggalkan komentar