Zelensky Kecam Serangan Drone Rusia yang Tewaskan Lima Orang di Kereta Penumpang

Layanan Darurat DSNS Ukraina/Wilayah Kharkiv

Setidaknya satu gerbong kereta penumpang terbakar setelah serangan drone Rusia di timur laut Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan drone Rusia terhadap kereta penumpang yang penuh sesak sebagai aksi "terorisme". Pejabat setempat menyatakan serangan itu menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai sejumlah lainnya.

Menurut para pejabat, lebih dari 200 orang berada dalam kereta tersebut ketika satu gerbong terkena drone dan dua drone lainnya meledak di dekatnya, di wilayah Kharkiv timur laut pada hari Selasa.

Zelensky menyatakan terdapat 18 orang di dalam gerbong saat kejadian dan tidak ada "pembenaran militer" apa pun dalam menargetkan warga sipil.

Rusia belum memberikan komentar atas serangan tersebut, tetapi mereka telah mengintensifkan serangan drone dan rudal terhadap infrastruktur energi dan transportasi Ukraina selama musim dingin terberat dalam beberapa tahun terakhir.

Di tempat lain di Ukraina, kota pelabuhan selatan Odesa dihujani puluhan drone. Pejabat menyebutkan tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Pejabat energi menyatakan sebuah fasilitas lokal mengalami "kerusakan parah" dari malam hingga Selasa. Kepala kota Odesa, Serhii Lysak, mengatakan serangan berlanjut untuk malam kedua hingga Rabu.

Sementara itu, di wilayah Kyiv, sepasang suami istri tewas dan anak mereka yang berusia empat tahun terluka ketika sebuah blok tempat tinggal di sebuah distrik dekat ibu kota terkena serangan, menurut polisi.

Jutaan orang di seluruh Ukraina terpaksa hidup tanpa pemanas, listrik, dan air setelah serangan-serangan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan invasi skala penuh pada Februari 2022, dan Moskwa saat ini mengontrol sekitar 20% wilayah Ukraina.

Dalam sebuah unggahan di media sosial pada Selasa malam, Zelensky menulis: "Di negara manapun, serangan drone terhadap kereta sipil akan dipandang dengan cara yang sama persis – murni sebagai terorisme."

MEMBACA  Kebakaran di Pembangkit Listrik Nuklir Jerman yang Dinonaktifkan Melukai 11 Pekerja

Gambar dan rekaman yang dirilis layanan darurat Ukraina menunjukkan setidaknya satu gerbong yang hancur parah masih terbakar setelah serangan.

Kejaksaan wilayah Kharkiv menyatakan kereta itu diserang dekat desa Yazykove.

Menurut keterangan mereka, kereta tersebut sedang dalam perjalanan dari kota perbatasan barat Chop menuju Barvinkove di wilayah Kharkiv via ibu kota regional, Kharkiv.

Jalur ini berlanjut ke timur menuju wilayah Donetsk, dan digunakan oleh warga setempat serta prajurit Ukraina yang bepergian pulang-pergi cuti.

EPA/Shutterstock
Beberapa lantai sebuah gedung tempat tinggal di Odesa runtuh setelah serangan malam hari oleh Rusia.

Pejabat di Odesa menyatakan Rusia meluncurkan lebih dari 50 drone ke pelabuhan tersebut dari malam hingga Selasa.

Tiga mayat ditemukan di reruntuhan setelah beberapa lantai sebuah gedung tempat tinggal roboh akibat serangan, dan sejumlah bangunan lain rusak.

Serangan udara harian Rusia terus berlanjut meskipun perundingan Ukraina-Rusia pekan lalu menggelar babak terbaru pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang.

Pembicaraan yang juga melibatkan negosiator AS itu berlangsung di Uni Emirat Arab, dan dipuji semua pihak sebagai konstruktif.

Namun, isu-isu teritorial kunci masih belum terselesaikan, dan pertemuan lanjutan diperkirakan akan digelar akhir pekan ini.

Tinggalkan komentar