Vinicius Junior Sebut Pelaku Rasialis ‘Pengecut’ Sementara Gianluca Prestianni Bantah Tuduhan Pelecehan

Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menyatakan pelecehan yang dialami rekan setimnya tersebut merupakan “aib bagi sepak bola”.

“Apa yang terjadi adalah noda bagi sepak bola dan menggelapkan performa tim, termasuk sebuah gol yang luar biasa,” ujar Alexander-Arnold.

“Vini telah beberapa kali mengalaminya sepanjang kariernya. Merusak momen sepenting ini bagi tim kami sungguh memalukan.

“Tidak ada tempat untuk hal semacam ini dalam sepak bola ataupun masyarakat. Ini sungguh menjijikkan.”

Eks gelandang Real Madrid, Clarence Seedorf, yang menjadi komentator untuk Amazon Prime, menyatakan Mourinho “melakukan kesalahan besar dengan membenarkan pelecehan rasial”.

“Saya kira dia masih terbawa emosi,” kata pria Belanda itu.

“Dia seolah berkata bahwa sah saja bersikap rasis ketika Vinicius memprovokasi—dan menurut saya itu sangat keliru.

“Kita tidak boleh, sama sekali, membenarkan pelecehan rasial. Vinicius sudah cukup sering mengalami perilaku tak berdasar itu. Saya yakin dalam hati Mourinho sepakat dengan saya, namun sayangnya penyampaiannya kurang tepat.”

Theo Walcott, mantan penyerang Inggris dan Arsenal yang mendampingi Seedorf, juga mengutuk pernyataan Mourinho.

“Saya pribadi cenderung tenang dan jarang sekali marah,” kata Walcott.

“Saya menghormati segala pencapaian Jose Mourinho di sepak bola, namun kali ini keputusannya buruk. Mungkin inilah satu-satunya momen di mana seharusnya ia tidak muncul di depan kamera.”

Sementara itu, Thierry Henry, legenda Arsenal dan Prancis, dalam wawancara bersama CBS, membagikan pengalaman pribadinya menghadapi pelecehan rasial semasa berkarier.

“Saya sangat memahami yang dirasakan Vinicius Junior. Saya sendiri kerap mengalaminya di lapangan. Terkadang kita merasa sepi karena akan jadi perkataan kita melawan perkataan mereka, sebab tak ada yang tahu apa yang sebenarnya diucapkan,” ujar Henry.

MEMBACA  Eks Dosen di Mataram Divonis 6 Tahun Penjara atas Pelecehan Berkedok 'Zikir Zakar'

“Prestianni menutupi mulutnya dengan kaos. Sudah jelas, tindakannya itu mencurigakan karena ia tak ingin orang lain membaca ucapannya.

“Mari kita lihat sebesar apa integritas Prestianni—katakan pada kami apa yang kau ucapkan.”

Tinggalkan komentar