Trump Tunda Kenaikan Tarif untuk Furnitur dan Kabinet Selama Setahun

Penghentian sementara tarif ini muncul saat Partai Republik Trump menghadapi pertanyaan soal keterjangkauan harga menjelang pemilu paruh waktu.

Diterbitkan pada 1 Jan 2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menunda penerapan tarif atas furnitur berpelapis, kabinet dapur, dan meja rias selama satu tahun, seiring kian menguatnya kekhawatiran mengenai masalah biaya hidup.

Trump menandatangani perintah pada Rabu malam, di tengah liburan Tahun Baru, yang menghentikan sementara rencana tarif 50 persen untuk kabinet dan meja rias serta tarif 30 persen untuk furnitur berpelapis.

Namun perintah itu tetap mempertahankan tarif 25 persen yang telah diterapkannya untuk produk-produk tersebut pada bulan September.

Presiden AS sebelumnya menggambarkan tarif furnitur tersebut sebagai langkah untuk “menggiatkan industri Amerika dan melindungi keamanan nasional.”

Jajak pendapat menunjukkan bahwa kenaikan harga dan biaya hidup menjadi perhatian utama masyarakat AS seiring negara itu menghadapi pemilu paruh waktu 2026 yang dijadwalkan pada November.

Para pemilih menilai kebijakan Presiden Trump, khususnya tarif, setidaknya bertanggung jawab sebagian atas kesulitan ekonomi mereka. Jajak pendapat Politico yang dirilis pada Desember menemukan bahwa 30 persen responden menyebut tarif sebagai alasan utama harga tinggi, dan 32 persen menyatakan Trump memikul “tanggung jawab penuh” atas kondisi perekonomian.

Mayoritas responden menyebut biaya hidup sebagai isu terpenting yang dihadapi negara, sementara 32 persen menyebut kondisi ekonomi. Politikus Demokrat berupaya menyoroti Trump dan Partai Republiknya mengenai kekhawatiran keterjangkauan ini, yang telah dibantah Trump sebagai “kebohongan” yang diabadikan oleh rival politiknya.

Kementerian Luar Negeri Italia mengatakan pada Kamis bahwa AS juga telah setuju untuk memotong tarif impor yang diusulkan untuk produk pasta dari 13 perusahaan.

MEMBACA  Menteri Luar Negeri Jerman mendesak untuk memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Iran setelah serangan

Sebelumnya, pemerintahan Trump mengancam perusahaan-perusahaan pasta tersebut dengan tarif tambahan sebesar 92 persen, di samping pajak impor atas produk Uni Eropa.

Kemenlu Italia menyatakan bahwa Departemen Perdagangan AS telah setuju untuk menurunkan tarif tersebut menjadi 2,26 persen bagi La Molisana dan 13,98 persen bagi Garofalo, dua perusahaan makanan Italia yang dituding pemerintah AS telah menjatuhkan harga produsen pasta lain melalui harga yang secara tidak adil rendah.

Perusahaan lainnya akan menghadapi tarif sebesar 9,09 persen.

“Perhitungan ulang bea ini merupakan tanda bahwa otoritas AS mengakui kesediaan konstruktif perusahaan-perusahaan kami untuk bekerja sama,” ungkap kementerian luar negeri tersebut.

Tinggalkan komentar