Peringatan: Kisah ini memuat deskripsi penyalahgunaan seksual.
Seorang pria sedang diadili di Prancis selatan dengan tuduhan memakai obat dan melecehkan wanita secara seksual, serta merekam beberapa serangan tersebut.
Guru tari dan hipnoterapis otodidak Cyril Zattara didakwa memperkosa 14 wanita selama lebih dari satu dekade, dan juga diduga merekam secara diam-diam sekitar 20 wanita lain.
Zattara, yang telah ditahan menunggu persidangan sejak 2021, telah mengakui 10 dakwaan pemerkosaan.
Persidangan digelar secara tertutup di kota Aix-en-Provence atas permintaan salah satu korban dugaan, dan dijadwalkan berlangsung setidaknya dua minggu. Pihak lain menginginkan proses terbuka, dengan alasan ingin suara mereka didengar sebanyak mungkin orang.
Penyelidikan polisi menemukan bahwa Zattara diduga menyelipkan pil tidur ke dalam minuman wanita sebelum menyerang mereka secara seksual. Ia kerap menargetkan wanita yang merupakan teman atau memiliki hubungan intim dengannya.
Penyelidik menemukan foto serta video di komputer Zattara yang menunjukkan korban dugaan dalam keadaan lemas selama berhubungan seks.
Seorang wanita yang melapor pada 2019 usai menghadiri sesi hipnosisnya menyatakan, ia meminum anggur yang ditawarkan Zattara dan kemudian terbangun dengan ingatan fragmentaris bahwa ia diperkosa oleh Zattara dan sempat muntah-muntah.
DNA terduga pelaku ditemukan di bawah kuku dan pada pakaian dalamnya, sementara hasil toksikologi menunjukkan adanya obat penenang kuat dalam tubuhnya.
Persidangan Zattara menyusul kasus vokal Dominique Pelicot, yang dipenjara 20 tahun usai memakai obat dan memperkosa mantan istrinya, Gisèle, serta mengajak puluhan orang asing turut melecehkannya selama hampir sepuluh tahun.
Jika Anda terimbas isu dalam kisah ini, bantuan dan dukungan tersedia melalui BBC Action Line.