Spanyol Tolak AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dengarkan artikel ini | 2 menit

Diterbitkan Pada 2 Mar 2026

Spanyol menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak menggunakan – dan tidak akan menggunakan – pangkalan militer bersama di wilayahnya untuk operasi melawan Iran, sebuah misi yang dikutuk oleh Madrid.

“Berdasarkan seluruh informasi yang saya miliki, pangkalan-pangkalan tersebut tidak digunakan untuk operasi militer ini,” ujar Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares kepada televisi publik Spanyol pada Senin.

Artikel Rekomendasi

Perdana Menteri Pedro Sanchez telah mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran yang dimulai Sabtu sebagai “intervensi militer yang tidak dapat dibenarkan dan berbahaya” di luar ruang lingkup hukum internasional, menandai perbedaan kebijakan lainnya dari AS.

“Pemerintah Spanyol tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan untuk hal apa pun di luar perjanjian atau yang tidak konsisten dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegas Albares, merujuk pada pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Moron.

AS beroperasi di pangkalan-pangkalan itu berdasarkan pengaturan penggunaan bersama, tetapi kedaulatan atasnya tetap berada di tangan Spanyol.

Menteri Pertahanan Margarita Robles menyatakan pangkalan-pangkalan tersebut “tidak akan memberikan dukungan, kecuali jika, dalam kasus tertentu, diperlukan dari perspektif kemanusiaan.”

Spanyol juga mengutuk serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap negara-negara Teluk.

Berdasarkan peta dari situs pelacak penerbangan FlightRadar24 pada Senin, 15 pesawat AS telah meninggalkan pangkalan di Spanyol selatan sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Setidaknya tujuh pesawat terlihat mendarat di pangkalan udara Ramstein di Jerman.

Posisi Spanyol ini merupakan pengecualian di antara negara-negara besar Eropa.

Inggris awalnya juga menolak mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk serangan ke Iran, namun pada Minggu, Perdana Menteri Keir Starmer mengizinkan penggunaannya untuk “pertahanan diri kolektif”, menyusul serangan balik Iran yang menarget aset-aset AS di Timur Tengah dan infrastruktur energi di kawasan Teluk.

MEMBACA  Negara-negara Baltik menutup ruang udara mereka untuk tamu-tamu 'Hari Kemenangan' Putin

Sementara itu, Prancis dan Jerman bersiap untuk melakukan hal yang serupa.

“Kami terkejut dengan serangan rudal indiscriminant dan tidak proporsional yang diluncurkan Iran terhadap negara-negara di kawasan, termasuk mereka yang tidak terlibat dalam operasi militer awal AS dan Israel,” bunyi pernyataan bersama ketiga pemimpin negara tersebut pada Minggu.

“Kami telah sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan dalam masalah ini,” pernyataan itu menegaskan.

Tinggalkan komentar