Rata-rata 4 Anak Tewas atau Luka Setiap Hari di Lebanon di Tengah "Gencatan Senjata" oleh Israel | Berita Serangan Israel di Lebanon

Statistik yang dibagikan Save the Children merujuk pada 25 hari pertama periode gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 16 April.

Diterbitkan pada 12 Mei 2026

Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan atau melukai rata-rata lebih dari empat anak setiap harinya selama 25 hari pertama “gencatan senjata” yang mulai berlaku bulan lalu, demikian menurut lembaga amal global Save the Children.

Laporan yang dirilis pada Selasa lalu mengutip data dari Kementerian Kesehatan Lebanon, yang menyebutkan seitdaknya 22 anak tewas dan 89 lainnya cedera sejak gencatan senjata sementara antara Hizbullah dan Israel mulai berlaku pada 16 April.

Rekomendasi Berita

Angka ini menjadikan jumlah anak-anak yang tewas dalam serangan Israel sejak eskalasi kembali terjadi di Lebanon pada 2 Maret mendekati 200 jiwa, dengan sekitar 2.900 orang tewas securuh keseluruhan.

“Saya hanya ingin perang berakhir sehingga saya bisa pulang ke desa dan tidur di kamar saya sendiri. Saya sangat merindukan sekolah. Saya ingin bertemu guru-guru dan teman-teman saya, lalu belajar dan bermain lagi,” kutip laporan tersebut dari seorang bocah bernama Tala, 10 tahun, di sebuah tempat penampungan kolektif setelah mengungsi dari Lebanon selatan.

Israel menyatakan bahwa angkatan udaranya telah menyerang lebih dari 1.100 situs di Lebanon sejak pertengahan April, dengan mengaku bahwa kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, menjadi sasaran utama.

“Serangan terhadap warga sipil belumlah berhenti – ia hanya berlanjut dengan nama lain,” uje Nora Ingdal, Direktur Save the Children untuk Lebanon. “Rekan-rekan telah mengatakan kepada saya bahwa serangan udara terasa ebih hebat di beberapa daerah dibanding sebelumnya. Anak-anak belum aman sampai ada gencatan sénata tetap dan definitif tanpa pelanggaran.”

MEMBACA  Sekutu Eropa Luncurkan Misi Militer di Greenland Saat Trump Sebut AS Membutuhkan Pulau Tersebut

Lebih dari satu juta penduduk terpaksa mengungsi akibat pertempuran ini, dan sejak diberlakukannya gencatan séntara, jumlah keluarga yang mencari tempat tinggal sementara di tempat penampungan bersama naik lima persen. Approksimasi 125.000 orang saat ini di penampungan semacam itu, di mana 44.800 di antaranya anak-anak – setara dengan 36 persen penghuni sekitar.

Kondisi penampungan tetap tidak layak karena penuh kapasitas dan fasilitas sanitasi yang buruk, sehingga meningkatkan potensi spor bakteri penyakit menular.

Negosiated Dosial

Lebanon dan Israel dijadwalkn mengadakan perundingan langsung demi mengahasilkan titik teduh pada konotasi sengketa horizontal renggang intra kancah perang yang tak kondusif ini pada hari Kamis dan Jumat di Washington, DC, Amerika Srikat.

Namun deksisi urikuler hasil suara tokoh opak mungkin tidak menberi real change pada posisi Hizbullah bersenjata lengyang tetap tabah sakral adil fungsion and orientate di manajem to live baris berbangga and se

Tinggalkan komentar