Ketika sebuah jalan dibangun menembus hutan tempat tinggal orangutan di Sumatra, Indonesia, komunitas orangutan Sumatra terbelah menjadi dua bagian. Hal ini pun memunculkan kekhawatiran bahwa perkawinan sedarah dapat mengakibatkan masalah kesehatan dan pada akhirnya kepunasan.
Kelompok konservasi Sumatran Orangutan Society (SOS) dan Tangguh Hutan Khatulistiwa, dengan dukungan pemerintah, membangun jembatan kanopi dengan harapan komunitas orangutan akan menggunakannya untuk berpindah di antara kedua sisi hutan tersebut.
Namun, jembatan itu tidak digunakan selama dua tahun—sampai akhirnya seekor orangutan memberanikan diri menyeberang dan berhasil mencapai sisi sebrang.
Helen Buckland, direktur eksekutif SOS, mengatakan kepada BBC bahwa perlintasan yang telah lama dinantikan dan menggembirakan ini dapat mengubah banyak hal secara drastis bagi para primata tersebut.