Prancis Memeriksa 10 ‘Korban Baru’ Dugaan Kasus Epstein: Jaksa | Berita Perdagangan Manusia

Hakim-hakim Perancis kini menyelidiki dugaan pelanggaran yang melibatkan pelaku dari Perancis yang memfasilitasi kejahatan Epstein.

Diterbitkan pada 17 Mei 202617 Mei 2026

Seorang jaksa di Perancis mengungkapkan bahwa sekitar sepuluh korban baru telah muncul dalam penyelidikan negara Eropa tersebut terhadap jaringan pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, yang telah meninggal.

Dalam wawancara dengan penyiar RTL, Jaksa Umum Paris Laure Beccuau pada hari Minggu mengatakan bahwa sekitar 20 korban telah melaporkan diri setelah ia pada bulan Februari lalu mendorong para korban potensial untuk bersuara.

Rekomendasi Artikel

daftar 3 itemakhir daftar

Meskipun beberapa di antaranya sudah diketahui penyidik, ia menambah, “ada korban baru yang melapor, yang sebelumnya sama sekali tidak kami ketahui”.

“Ada sekitar sepuluh orang,” ujarnya, seraya mencatat, “Pilihan yang kami ambil untuk saat ini adalah mendengarkan para korban ini.”

“Sejumlah dari mereka berada di luar negeri, jadi para penyidik telah berusaha mengatur pertemuan yang sesuai dengan waktu mereka bisa datang ke Paris,” kata jaksa tersebut.

Jaksa Umum Paris Laure Beccuau memberikan konferensi pers pada 25 Maret 2026 [File: Blanca Cruz/AFP]

Setelah dibebaskannya berkas-berka dari investigasi Kementerian Kehakiman Amerika Serikat terhadap taipan yang tercela itu, Perancis juga membuka penyelidikan perdagangan manusia.

Hakim-hakim Perancis berusaha menyelidiki kemungkinan pelanggaran yang dilakukan di Perancis atau yang melibatkan pelaku Perancis yang memfasilitasi kejahatan Epstein.

“Kami juga kembali mengumpedulkan komputer Tuan Epstein, catatan teleponnya, buku alamatnya,” katanya, menambahkan bahwa timnya akan “membuat permintaan bantuan internasional”.

Epstein meninggal di penjara Amerika pada Agustus 2019 saat menghadapi tuduhan perdagangan anak perempuan di bawah umur untuk hubungan seksual. Bulan berikutnya, penyidik Perancis menggeledah apartemen mewah Epstein di Paris.

MEMBACA  Android Automotive menerima pembaruan QOL baru, termasuk dukungan untuk headphone Bluetooth

Korban yang sudah diketahui penyidik termasuk perempuan yang telah berbicara dalam penyelidikan terhadap mantan bos agensi model Eropa Gerald Marie dan agen model mendiang Jean-Luc Brunel, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

Lima belas perempuan pada bulan Maret mendorong Perancis untuk menyelidiki Marie atas kemungkinan keterkaitannya dengan Epstein.

Otoritas Perancis menangkap Brunel pada tahun 2020 setelah tuduhan bahwa ia melecehkan anak di bawah umur secara seksual dan menyediakan korban bagi Epstein. Ia ditemukan tewas di penjara pa da tahun 2022.

Dua mantan model mengatakan kepada AFP bahwa seorang pencari bakat modeling bernama Daniel Siad membina mereka dengan tujuan menyerahkan mereka kepada Epstein dalam salah satu kasus di tahun 2000-an, dan kepada Marie dalam kasus lainnya di tahun 1990-an.

Tinggalkan komentar