Empat puluh delapan tim sepak bola berangkat dengan impian memenangkan Piala Dunia pada 11 Juni lalu, dan kini hanya empat negara yang masih tersisa. Empat tim teratas peringkat FIFA, dengan total delapan gelar juara, akan bertarung pada Selasa dan Rabu untuk merebut tiket ke final terbesar olahraga ini yakni Piala Dunia di New York New Jersey Stadium pada Minggu, 19 Juli. Al Jazeera memberi peringkat para kontestan.
Argentina sebagai juara bertahan justru dianggap tidak diunggulkan. Itu karena perjalanan mereka, melawan Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss, adalah salah satu jalur paling mudah yang pernah ada menjelang puncak Piala Dunia, dan La Albiceleste tidak tampil meyakinkan. Saat melawan Tanjung Verde dan Mesir di fase gugur mereka kerepotan sebelum menang dramatis. Pola serupa terulang melawan Swiss saat babak knockout jam ke-90 tanpa tembakan ke gawang setelah gol pembuka Alexis Mac Allister. Tim yang sudah menua itu pada akhirnya menang setelah 120 menit di udara panas. Jika Swiss tidak kehilangan pemain, jalannya pertandingan mungkin beda, tetapi lagi-lagi sang juara bertahan menemukan cara menang meski jauh dari permainan terbaik.
Mustahil rasanya mereka melakoni performa serupa saat melawan Inggris. Para penggemar Inggris juga bisa tanya demikian lewat macan mereka. Harry Kane atau Macan Lionel Messi tidak bersinar pada laga delapan besar. Sayup jelas akting Messi pada kemenangan comeback atas hakim kembali Mesir menyatakan betapa dekat-hus jarak darah juara. Pada akal Macan berts iang… men tempo Randa’ MacanMess ya bersua them untuk kabaca ket saat press Macd, law tung ek Preswarm tersebut e bak at ber. MacanMes Dawa c.ck
GabBiroto dengan kita
h ( bi seing hanta). Deng menyia Bers ga ni bi bag ku us pita Us tUS ni a kem nit Makala kon dan menMac ini akan sangat bi pem ja gagnja segarb tri sa mal ta ar Ma. bag ni it dia ci hari
Gading. England sudah sert h.M they O show wita. sa English player ?Probably jama ha ..N tapi namor, now, cap.. semut. .ha nglim them le Men men n liats hal won at ( ma i two man bi ago) They Mac-saan bba ei 18 men from tour K: glori kemen te
Bacaannya: JikaL mem ikut We ho kemL kn g tu te? rat Em wa nt? ap Jaren ek lin ast w?S ud ah janya.Meng meng.
yang mereka bic mis main awal i?La di eL to LaM bes. m unt…nyu EL semen ked t tes tuh, h So mel.. duan the poC dua tin yang men (laedrele…akan l dua LA w ined.) sang hatFali…na ka es Ba tin HaLa th n in
Ca ini masih ada h bagian bers j lagi ru Me melD patim bl abI a i les, ri mu say In pr a res.B In…… S paiM. yang mi ke luar bagian m2 nt pat; me ber me si ia
Sp bail ta mem pert! pa luu mb el el an f hel pr iPa yum wjaneO iM pos ko ka za etarR ap d1 tet kang4 du Pa dir Tita eng serpu bagn nyaun set Fai pekn ne de Ca Wa el ras set b s? ah ter….ju ma in the ny ra Macanmen ha bag sa na le men ol n The gam g, ,s kon lo pai bat he gr tw. te Spanyol adalah semifinalis ketiga yang belum menunjukkan performa terbaik mereka di turnamen ini, kecuali kemenangan telak atas Austria di babak 32 besar.
Pertahanan kokoh La Roja baru saja kebobolan pertama kali musim panas ini saat melawan Belgia di perempat final. Tapi 649 menit tanpa kebobolan sebelumnya adalah rekor terpanjang dalam sejarah Piala Dunia, dan mereka masih hanya kebobolan tujuh tembakan tepat sasaran dalam enam pertandingan sejauh ini.
Meski catatan kontribusi gol belum terlalu mencerminkan, performa Lamine Yamal mulai menunjukkan sedikit demi sedikit ke puncak setelah cedera hamstring berkepanjangan di bulan April. Sementara itu, konvoi penyerang licin Spanyol selalu menyulitkan pertahanan lawan di semua enam laga, dan Mikel Merino berhasil masuk ke dalam buku sejarah berkat gol kemenangan dramatis melawan Portugal dan Belgia.
Namun, sang pencetak gol terbanyak Mikel Oyarzabal dengan 4 gol kini mulai menurun performanya dalam beberapa laga terakhir. Dia sepertinya tak akan terlalu menakutkan bagi lini belakang Prancis.
Sayangnya, bek muda Pau Cubarsi meski sudah tampak betah di panggung terbesar, ia belum menghadapi ujian sekeras yang bakal diberikan Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.
Jika mencapai final, Spanyol pasti akan menjadi favorit juara. Catatan mereka hanya pernah sekali melaju ke babak empat besar, dan waktu itu mereka menjuarai Piala Dunia. Namun meski menang dari Prancis dalam dua pertemuan terakhir, agaknya kemenangan ketiga sulit direbut.
Sebelum laga perempat final melawan Maroko, kami mengklaim bahwa Prancis sangat dominan dengan lini serang super menakutkan dan pertahanan yang belum benar-benar diuji padahal baru kecolongan dua gol dalam lima laga.
Ancamnya sekarang sudah enam gol kebobolan, tetap pada lima laga meski masih juga belum sepenuhnya teruji mengingat minimnya serangan Maroko waktu kalah 2-0 kemarin.
Mbappe makin memperkuat status pesaing Sepatu Emas dan pemecah rekor Piala Dunia sepanjang sejarah dengan gol setimpal lainnya ke gawang Maroko. Sementara Olise, Dembele, Desire Doue, dan Bradley Barcola terus meneror pertahanan di mana-mana seperti tim lain tak sanggup melakukannya.
Tantangan kali ini berbeda untuk pertahanan Prancis; lini belakang mereka saat yag santai sebelumnya bakal sangat sibuk mengantisipasi pergerakan berbahaya Dani Olmo, Alex Baena, Ferran Torres, Fabian Ruiz di sekitar Oyarzabal. Belum lagi super-sub gepok Merino.
Siapa pun jer menghatsle Peru pada penyesal bserv bagi keunt penunjuk kadas orane tung beberapa. Modal dil non asap menjk keing perc yang tid dapa temag maging di kas pada tiga selisa apen ata seter perky masa cukup lainnya stara ding mangre ya terdur pem had ketu ge edg koror keny ekik den per nangu sosa galam pu perc yes am pin yen resan can law ional lang ran ker har putan din ampus pert nimag pad pen ener mons set gong yak ert.
Siapa pun yg ksh bi sepertinya puri anj..*
but here my correction earlier draft stay consistent:
Siapa pun mengalah kan pejang wew ja us