Militer Israel Bunuh Empat Orang di Lebanon Selatan | Berita Serangan Israel di Lebanon

Serangan terhadap sebuah truk dan sepeda motor di kota Yohmor al-Shaqif menewaskan empat orang, demikian laporan media pemerintah.

Ditayangkan pada 25 Apr 202625 Apr 2026

Serangan Israel telah menewaskan setidaknya empat orang di Distrik Nabatieh, Lebanon selatan, menurut laporan kantor berita pemerintah, ketika Israel terus menghujani negara tersebut dengan bom meskipun telah ada perpanjangan gencatan senjata *ceasefire* selama tiga minggu dengan Hizbullah.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, pusat operasi darurat Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon mengatakan dua serangan Israel terhadap sebuah truk dan sepeda motor di kota Yohmor al-Shaqif telah menewaskan empat orang, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon.

**Kisah Rekomendasi**
– list of 4 items

– akhir dari daftar

Heidi Pett dari Al Jazeera, melaporkan dari kota Tirus, mengatakan serangan tersebut dilakukan di utara Sungai Litani, yang di selatannya Israel secara sepihak telah menyatakan akan beroperasi.

Sementara itu, di kota Bint Jbeil, juga di Lebanon selatan, tentara Israel dilaporkan telah meledakkan gedung-gedung pada Sabtu pagi.

Koresponden Al Jazeera di lapangan secara terpisah melaporkan pemboman di kota Khiam, termasuk di blok-blok pemukiman.

Rentetan aksi Israel saat ini adalah “bagian dari pola aktivitas militer Israel yang berlanjut, terlepas dari apa yang disebut sebagai gencatan senjata,” kata Pett, seraya menambahkan bahwa “dengung dan gedoran ledakan” terdengar di seluruh wilayah selatan negara itu.

“Itulah Israel yang merobohkan rumah-rumah dan gedung-gedung,” katanya.

Serangan-serangan ini adalah yang terbaru dalam rentetan aksi yang mengguncang Lebanon selatan sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada Kamis. Dalam hitungan jam, militer Israel mengklaim telah “menghabisi” enam pejuang Hizbullah dalam baku tembak di dekat Bint Jbeil.

MEMBACA  Dana Kekayaan Norwegia Hentikan Investasi di Caterpillar Soal Penggunaan Bulldozer di Israel

Anggota parlemen Hizbullah, Ali Fayyad, mengatakan gencatan senjata itu “tidak berarti apa-apa mengingat desakan Israel untuk melakukan aksi-aksi bermusuhan, termasuk pembunuhan, penembakan, dan tembakan senjata.”

Ia menambahkan bahwa serangan Israel berarti Hizbullah tetap memiliki “hak untuk membalas.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel “mempertahankan kebebasan penuh untuk bertindak melawan setiap ancaman,” dan mengklaim bahwa Hizbullah “sedang mencoba untuk mensabotase” jeda tersebut.

Sebelum pengumuman Trump, sebuah jajak pendapat oleh Institut Demokrasi Israel menunjukkan bahwa responden Yahudi Israel sangat mendukung kelanjutan knflik tersebut, walaupun berpotensi menimbulkan gesekan dengan AS.

Pemimpin Lebanon telah menolak kemungkinan Lebanon digunakan sebagai “alat tawar-menagar” di tengah potensi negosiasi AS-Israel dengan Iran, kata Pett.

Sementara itu, warga sipil Lebanon sedang menghadapi dobraki dari situasi ini.

Huda Kamal Mansour, dari desa Aitaroun di Lebanon selatan, telah hidup bersama anak lelakinya yang berusia sembilan tahun di sebuah stadion kosong di Beirut bersama keluarga-keluarga terlantar lainnya selama 45 hari terakhir.

Ia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia berlari menyelamatkn diri ketika tentara Israel mulai membombardir lingkungan tempat tinggalnya.

“Tidak ada jarak antara kami dan tentara Israel saat mereka menyerang Lebanon selatan. Yang bisa saya dengar hanyalah suara ledakan yang menghantam desa-desa. Kami disuruh mengungsi dari desa, lalu tank-tank mengepung kami,” kenangnya.

“Israel tidak meninggalkan satu pun rumah yang masih berdiri di sana.”

Tinggalkan komentar