Kanselir Jerman baru Friedrich Merz telah meminta India dan Pakistan untuk mereda setelah India melancarkan serangan di sepanjang perbatasan, membawa kedua kekuatan nuklir saingan itu ke ambang perang lainnya. “Sekarang lebih penting dari sebelumnya untuk tetap tenang,” kata Merz selama kunjungan perdananya sebagai kanselir ke Paris pada hari Rabu. Merz, yang mulai menjabat pada hari Selasa, menekankan perlunya “kebijaksanaan dan akal sehat,” menambahkan bahwa “tidak ada yang memiliki kepentingan di wilayah tersebut dalam eskalasi lebih lanjut.” Merz mengatakan dia dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sangat khawatir dengan bentrokan malam sebelumnya antara India dan Pakistan, yang terjadi setelah serangan teroris di bagian Kashmir yang dikelola oleh India pada 22 April di mana setidaknya 26 warga sipil, kebanyakan turis India, tewas. Delhi menyalahkan serangan itu pada Pakistan, tetapi Islamabad telah membantah tuduhan itu dan mengatakan akan membalas serangan India. “Kami tetap berhubungan dengan mitra kami di Eropa dan wilayah tersebut, serta dengan pihak yang bersengketa, dan berusaha untuk mempengaruhi kami,” kata Merz. Kantor Luar Negeri Jerman meminta India dan Pakistan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, sambil menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke wilayah tersebut. “Setelah serangan teroris mengerikan di Kashmir dan tanggapan militer India terhadapnya, ada kebutuhan mendesak bagi kedua negara untuk bertindak secara bertanggung jawab,” tulis Kantor Luar Negeri Jerman di platform media sosial Bluesky, meminta kedua belah pihak untuk mencegah eskalasi dan melindungi warga sipil. Kantor tersebut mengatakan sedang berhubungan dengan India dan Pakistan. Kantor Luar Negeri Jerman memperbarui peringatan perjalanan untuk Pakistan pada hari Rabu, merekomendasikan agar warga menunda penerbangan yang direncanakan ke negara tersebut. Pasca serangan India semalam, Pakistan awalnya menutup wilayah udaranya tetapi sejak itu telah membukanya kembali. Islamabad mengatakan serangan itu menewaskan setidaknya 31 orang dan melukai 57 orang lainnya. Tiga orang dilaporkan tewas di sisi India. Penerbangan internasional ke dan dari Pakistan serta penerbangan domestik telah dihentikan, menurut Kantor Luar Negeri, yang juga menyarankan untuk tidak bepergian ke wilayah Jammu, Gilgit-Baltistan, dan Kashmir. Para wisatawan disarankan untuk menghubungi maskapai penerbangan mereka untuk informasi lebih lanjut tentang status penerbangan mereka. Perbatasan Attari-Wagah antara India dan Pakistan tetap ditutup, menurut Kementerian Luar Negeri Jerman, yang mencatat bahwa pembatasan perjalanan lebih lanjut mungkin terjadi. Dahan pohon chinar telah jatuh ke rumah tinggal setelah pesawat jatuh di Wuyan, setelah India melancarkan serangan udara ke Pakistan. Basit Zargar / ZUMA Press Wire / dpa Personel keamanan memagari area setelah pesawat jatuh di Pampore, saat ketegangan meningkat setelah India melancarkan serangan udara ke Pakistan pada 7 Mei. Basit Zargar / ZUMA Press Wire / dpa Tentara memeriksa bangunan yang rusak akibat serangan misil India yang diduga dekat Muzaffarabad, ibu kota Kashmir yang dikuasai Pakistan. Hussain Ali / ZUMA Press Wire / dpa Seseorang menerima perawatan untuk cedera yang diderita selama serangan misil India yang diduga di sebuah rumah sakit di Bahawalpur, setelah serangan misil oleh India terhadap kota-kota di Pakistan, seperti yang dilaporkan oleh Inter Services Public Relations militer Pakistan. Hussain Ali / ZUMA Press Wire / dpa Seseorang menerima perawatan untuk cedera yang diderita selama serangan misil India yang diduga di sebuah rumah sakit di Bahawalpur, setelah serangan misil oleh India terhadap kota-kota di Pakistan, seperti yang dilaporkan oleh Inter Services Public Relations militer Pakistan. Hussain Ali / ZUMA Press Wire / dpa”