Pemain internasional Spanyol Lamine Yamal dikritik karena mengibarkan bendera Palestina saat pawai bus terbuka merayakan gelar La Liga.
Diterbitkan pada 14 Mei 202614 Mei 2026
Menteri pertahanan Israel telah mengkritik bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, karena mengibarkan bendera Palestina selama perayaan kemenangan gelar Liga Spanyol, dan mengatakan tindakan tersebut “menghasut kebencian”.
Yamal yang berusia 18 tahun itu mengibarkan bendera besar Palestina dari atas bus terbuka saat pawai kemenangan tim di Barcelona pada hari Senin.
Kisah Rekomendasi
list 4 item akhir dari list
Pawai tersebut menarik sekitar 750.000 orang untuk merayakan gelar liga yang diraih sehari sebelumnya, menurut otoritas setempat.
“Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel sementara prajurit kami memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak Yahudi, perempuan, dan orang tua pada 7 Oktober [2023],” tulis Israel Katz di X pada hari Kamis.
Yamal, yang beragama Islam, mengunggah foto-foto dirinya memegang bendera tersebut di akun Instagramnya.
Pemerintah Spanyol dan sebagian besar warganya sangat kritis terhadap perang genosida Israel di Gaza, sebagai respon atas serangan pimpinan Hamas pada 2023 yang menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina di Israel selatan.
Telh ada reaksi global terhadap Israel atas dampak kemanusiaan perang di Gaza, yang telah menyebar ke olahraga dan budaya. Protes telah terlihat di sepak bola, balap sepeda, dan basket.
Vuelta Spanyol tahun lalu berulang kali terganggu oleh pengunjuk rasa yang marah atas partisipasi tim balap sepeda yang didukung Israel.
Spanyol juga menjadi salah satu dari lima negara yang memboikot Kontes Lagu Eurovision tahun ini untuk memprotes partisipasi Israel.
Yamal dijadwalkan menjadi bintang bagi Spannyol di Piala Dunia pada bulan Juni dan Juli di Amerika Utara.