Juara Olimpiade loncat es tahun 2010 ini mengungkapkan bahwa dirinya masih harus menjalani “satu operasi lagi untuk mengeluarkan logam dan mengganti ACL (ligamen anterior cruciate) saya”, yang akan diikuti oleh masa pemulihan yang panjang. “Kalau ACL saya udah diperbaiki, itu butuh waktu enam bulan lagi, jadi setidaknya setengah tahun ke depan sebelum saya benar-benar bisa kembali 100 persen, bahkan untuk latihan di gym sekalipun,” tambahnya.
Vonn sedang bertanding di Olimpiade Cortina sembilan hari setelah ligamen lutut kirinya robek, saat ia menabrak gerbang dan jatuh 13 detik setelah memulai lintasan menurunnya. Ia dievakuasi dari lintasan dan didiagnosis mengalami patah tulang kering kompleks di kaki kirinya.
“Saya masih dalam mode bertahan hidup. Saya hanya ingin melewati fase ini dan bisa menilai posisi saya dalam hidup,” ujar Vonn yang meraih dua gelar juara dunianya pada 2009. “Saya tidak mau membuat keputusan sekarang karena saya pikir itu akan gegabah dan kemungkinan terlalu emosional, dan saya tidak ingin membuat kesalahan.”
Vonn yang telah memenangkan 84 balapan Piala Dunia dan menempati posisi kedua dalam daftar sepanjang masa putri, di belakang sesama atlet Amerika, Mikaela Shiffrin, telah mengalami beberapa cedera serius sebelum memutuskan pensiun dari dunia yang pada 2019. Setelah menjalani opsesi penggantian lutut kanan sebagian, ia mengumumkan kembalinya secara mengejutkan pada 2024.
Vonn digadang-gadang bakal meraih medali di Olimpiade kelima dan terakhirnya, dan berlaga meskipun mengalami cedera ACL di Swiss dalam balapan Piala Dunia terakir sebelum Olimpiade. Ia menyamendeskripsikan insiden di Olimpiade sebagai sesuatu yang “sangat berbeda” dari cedera-cedera sebelumnya, dalam hal “tingkat keparahan cedera dan pemahaman bahwa saya hampir saja kehilangan kaki dan seberapa buruk situasinya.”
Ia menambahkan: “Saya bisa menahan banyak sakit, tapi ini benar-benar ekstrim. Bahkan tidak pernah berada dalam skala sakit yang pernah saya rasakan sebelumnya.”