Serangan ini terjadi saat militer Pakistan bersiap menghadapi kelompok bersenjata di wilayah perbatasan dengan Afghanistan.
Diterbitkan Pada 24 Jan 2026
Sebuah serangan bom bunuh diri di sebuah pernikahan di barat laut Pakistan menewaskan setidaknya tujuh orang, menurut keterangan polisi.
Ledakan tersebut menghancurkan sebuah bangunan yang dihuni anggota komite perdamaian selama upacara pernikahan pada Jumat di distrik Dera Ismail Khan, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, ujar pejabat kepolisian Muhammad Adnan pada Sabtu.
Rekomendasi Cerita
Komite-komite tersebut terdiri dari warga dan tetua serta didukung oleh Islamabad sebagai bagian dari upaya menanggulangi pejuang di wilayah sepanjang perbatasan Afghanistan.
Tiga orang dikonfirmasi tewas pada Jumat. Empat korban lainnya, yang termasuk dalam mereka yang terluka dalam serangan itu, meninggal di rumah sakit, tambah Adnan.
Serangan bunuh diri ini terjadi ketika militer Pakistan bersiaga untuk memerangi kelompok-kelompok bersenjata di daerah sepanjang perbatasan Pakistan dengan Afghanistan. Puluhan ribu orang telah terpaksa meninggalkan rumah mereka, meskipun kondisi musim dingin yang keras melanda wilayah tersebut.
Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman hari Jumat itu. Namun, kecurigaan kemungkinan besar tertuju pada Taliban Pakistan, atau yang dikenal juga sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang telah melancarkan banyak serangan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.
TTP, yang beroperasi di kedua sisi perbatasan Afghanistan, mencap anggota komite perdamaian sebagai pengkhianat. Tujuan deklarasi TTP adalah menggantikan sistem pemerintahan Pakistan dengan penafsiran hukum Islam mereka yang ketat.
TTP semakin berani sejak Taliban Afghanistan kembali berkuasa di negara tetangga tersebut pada 2021, ketika pasukan AS dan NATO meninggalkan Afghanistan setelah dua dekade perang. Banyak pimpinan dan pejuang TTP menemukan suaka di Afghanistan sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban di sana.
Islamabad menuduh Taliban Afghanistan mengizinkan kelompok dari Pakistan itu merencanakan serangan-serangannya dari Afghanistan. Kabul membantah tuduhan tersebut, dengan menyatakan aktivitas kelompok itu adalah masalah domestik Pakistan.