Lebih dari 30 Siswa Masih Hilang Setelah Serangan di Sekolah Nigeria

Setidaknya 37 siswa masih hilang setelah sekelompok pria bersenjata menyerang sekolah mereka di timur laut Nigeria. Penyerangan terjadi pada hari Senin ketika kelompok Islamic State West Africa Province (ISWAP) menyerbu sebuah sekolah menengah di kota Lassa, Negara Bagian Borno. Daerah itu selama bertahun-tahun menjadi sasaran kekerasan oleh kelompok bersenjata.

Kantor berita AFP pada hari Selasa melaporkan bahwa setidaknya 37 siswa hilang setelah serangan yang terjadi saat mereka sedang ujian. Militer menyebut setidaknya tiga orang tewas, termasuk seorang tentara dan seorang guru. Awalnya pihak berwenang mengatakan sepuluh siswa telah diselamatkan dan hanya satu yang masih hilang.

Seorang pejabat daerah, Ijagla Ijabila, membagikan “daftar siswa yang disandera” kepada wartawan. Daftar itu berisi nama, jenis kelamin, dan nomor ponsel orang tua para siswa. Sumber informasi juga menunjukkan daftar yang sama kepada AFP.

Badan berita Reuters melaporkan komisioner pendidikan Borno, Lawan Abba Wakilbe, mengatakan 25 siswi, 11 siswa laki-laki, dan satu staf masih ditahan. Ia menambahkan delapan orang berhasil dibebaskan, termasuk wakil kepala sekolah.

Penculikan untuk tebusan, terutama terhadap siswa, sudah jadi taktik umum bagi kelompok bersenjata dan geng bandit yang beroperasi di wilayah utara dan tengah Nigeria yang dilanda konflik. Meski penculikan ratusan siswi dari kota Chibok oleh anggota Boko Haram pada tahun 2014 masih menjadi kasus paling terkenal, penculikan di sekolah tetap marak terjadi di seluruh negeri.

Pada bulan Mei, sekelompok pria bersenjata menculik lebih dari 40 murid di desa Mussa, Negara Bagian Borno, dan mereka masih disandera. Di bulan yang sama, orang-orang bersenjata menangkap puluhan anak sekolah dari tiga sekolah di Negara Bagian Oyo—sebuah serangan yang jarang terjadi di barat daya Nigeria yang dikenal sebagai wilayah teraman negara itu.

MEMBACA  Adakah Alternatif Windows PC untuk Mac Mini? Ini yang Saya Uji, Begitu Dekat namun Masih Jauh

Nigeria telah menghadapi pemberontakan bersenjata sejak tahun 2009, yang terkonsentrasi di timur laut. Setelah kekerasan mereda jauh dari puncak konflik satu dekade lalu, para analis memperingatkan adanya peningkatan serangan sejak tahun lalu.

Tinggalkan komentar