Artikel
Raksasa makanan Prancis dan Swiss, Danone serta Nestle, juga telah menarik kembali sejumlah batch susu formula bayi dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran akan adanya toksin.
Diterbitkan Pada 22 Jan 2026
Produsen susu raksasa Prancis, Lactalis, mengumumkan penarikan kembali (recall) beberapa batch susu formula bayi di Prancis dan lebih dari selusin negara lainnya, karena dikhawatirkan terkontaminasi sejenis toksin.
Pengumuman pada hari Rabu ini menyusul tindakan penarikan serupa yang dilakukan perusahaan susu Swiss, Nestle, untuk produk susu formula bayinya di hampir 60 negara sejak awal bulan ini.
Rekomendasi Cerita
Lactalis "sedang melakukan penarikan sukarela terhadap enam batch susu bayi Picot, yang tersedia di apotek dan ritel modern, karena adanya cereulide dalam salah satu bahan baku yang dipasok oleh supplier," jelas perusahaan tersebut, merujuk pada toksin yang dapat menyebabkan diare dan muntah.
"Kami sepenuhnya menyadari bahwa informasi ini dapat menimbulkan kecemasan di kalangan orang tua yang memiliki anak balita," imbuh perusahaan.
Di luar Prancis, penarikan ini mempengaruhi Australia, Chile, China, Kolombia, Republik Kongo, Ekuador, Spanyol, Madagaskar, Meksiko, Uzbekistan, Peru, Georgia, Yunani, Kuwait, Republik Ceko, dan Taiwan, menurut juru bicara perusahaan kepada kantor berita AFP.
Penarikan ini melibatkan "beberapa batch" saja di masing-masing negara, tegas juru bicara tersebut.
Perusahaan menyatakan bahwa otoritas Prancis belum memberikan sinyal "adanya klaim maupun laporan terkait konsumsi produk-produk ini."
Industri susu formula bayi memang telah diguncang oleh serangkaian penarikan produk dalam beberapa pekan terakhir.
Otoritas Singapura pada hari Sabtu lalu juga menarik kembali susu formula bayi merek Dumex—yang dimiliki raksasa makanan Prancis, Danone—serta beberapa batch susu formula Nestle.
Badan Pangan Singapura (SFA) menyatakan telah memerintahkan penarikan preventif terhadap satu batch Dumex Dulac 1 asal Thailand milik Danone dan NAN HA1 SupremePro asal Swiss milik Nestle, setelah mendeteksi adanya cereulide.
Danone menyatakan bahwa otoritas hanya memblokir "beberapa palet" produk Dumex, yang mengindikasikan bahwa produk tersebut belum sampai di rak penjualan ritel.
Seperti Lactalis, Nestle pun telah mengeluarkan penarikan sejak Januari karena potensi adanya cereulide, suatu zat bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.
Nestle Prancis menyatakan sedang melakukan "penarikan preventif dan sukarela" terhadap batch tertentu dari susu formula Guigoz dan Nidal mereka, setelah investigasi baru menunjukkan potensi keberadaan cereulide.
Otoritas kesehatan Prancis pada hari Selasa menyatakan bahwa sebuah penyelidikan sedang berlangsung menyusul meninggalnya seorang bayi yang mengonsumsi susu dari salah satu batch yang ditarik Nestle, meski hingga saat ini belum dapat dipastikan kaitan antara konsumsi susu tersebut dengan kematiannya.
Pada tahun 2018, Lactalis pernah menjadi pusat wabah salmonella dan skandal yang menyusul, setelah perusahaan dituduh berusaha menutupi luasnya wabah tersebut, yang berujung pada penarikan 12 juta kaleng susu formula bayi dari lebih dari 80 negara.