Teheran, Iran—Dunia seakan menghela napas lega ketika Amerika Serikat dan Iran mengumumkan bahwa nota kesepahaman telah disepkati untuk mengakhiri hampir empat bulan permusuhan pada hari Minggu. Namun, di jalan-jalan Teheran—yang sudah lelah oleh sanksi dan ketegangan bertahun-tahun—pengumuman gencatan senjata ini hampir tidak mampu menumbuhkan keyakinan bahwa krisis telah usai.
Sebuah persetujuan antara kedua belah pihak, yang akan dtandatangani pada hari Jumat, tampaknya akan membuka kembali Selat Hormuz—yang sebagian besar dikuasai Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasar energi yang goncang. Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade laut di pelabuhan-pelabuhan selatan Iran, yang selama ini menekan ekonomi Iran yang sudah terpuruk.
Banyak isu penting dan rumit yang masih harus diatasi, seperti masa depan program nuklir Iran, sanksi AS, serta aset beku Teheran. Semua kemungkinan akan ditunda hingga nanti, memunculkan pesimisme di kalangan warga Iran bahwa solusi jangka panjang tak akan pernah terealisasi.
“Saya pikir kesepakan ini tidak memberi manfaat besar bagi rakyat karena tidak akan benar-benar ditegakkan sepenuhnya untuk mendatangkan stabilitas dalam hidup kami,” kata Parisa, seorang mahasiswa di Teheran yang hanya menggunakan nama depannya demi alasan keamanan. “Mungkin berhasil untuk sementara, tapi kedua belah pihak akan mengkhianatinya demi kepentingan masing-masing.”
Mahdi, warga ibu kota lainnya, mengatakan ia tidak optimistis gencatan senjata ini bertahan lama karena banyak isu yang masih belum terselesaikan. “Saya rasa AS tidak bersedia menerima tuntutan Iran meski yang paling kecil sekalipun,” ujarnya.
Warga Iran mengatakan sebelum kesepakatan jangka panjang terjadi, sanksi keras AS dan PBB—yang telah memiskinkan Iran dan mengisolasi bisnisnya dari pasar global—harus dicabut. Ada juga masalah miliaran dolar aset Iran yang dibekukan di luar negeri, serta tuntutan Teheran untuk biaya lintas Selat Hormuz. AS dan sebagian besar dunia bersikeras agar jalur air itu bebas tol.
Nota kesepahaman ini dicapai meskipun ada baku tembak terbaru antara Iran dan AS, serta tentangan Israel. Pengeboman Israel di pinggiran Beirut pada hari Minggu—yang merupakan garis merah bagi Teheran—nyaris menggangu proses kesepakatan dan mengembalikan kawasan ke konflik.
Rincian awal kesepakatan ini juga terhambat oleh sikap garis keras Iran yang ingin pemerintah mengambil sikap lebih kuat saat negosiasi, dan kemungkinan akan mengoreksi habis-habisan setiap konsesi yang dianggap merugikan.
Iran menunda pengumuman kesepaktan hingga setelah tengah malam waktu setempat, tampaknya untuk memastikan berita itu tidak jatuh pada hari ulang tahun Presiden AS Donald Trump pada Minggu. Namun, perbedaan waktu dengan AS tetap memungkinkan Washington mengumumkan kesepakatan di hari Minggu, sesuai janji Trump.
Pada hari Senin, di kawasan Valiasr Square di pusat Teheran, pihak berwenang membuka mural hitam raksasa yang menggambarkan almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei—yang bakal dimakamkan pada Juli dan selama ini kerap menyerukan ketidakpercayaan pada AS.
Amirhossein Khorgooei/ISNA via AFP: Kapal-kapal berlayar di Pantai Suru di Bandar Abbas, Iran.
Poal-pohon pro-pemerintah, dalam kumpul malam di alun-alun kota dan jalan-jalan seluruh negeri, telah meratapi kegagalan Iran membalaskan dendam atas pembunuhan Khamenei pada 28 Februari serta menolah konsesi ke Washington. Sebagian juga mengkritisi tim negosisasi dan pejabat keamanan.
Sebeda yang lainnya percaya, bulan-bulan mendatang perang akan kembali pecah, sehingga Teheran harus menjaga tekanan yang diraih setelah lebih dari 100 hari konfrontasi dengan AS dan Israel.
“Menurut saya, kesepakan ini tidak akan bertahan; AS pasti akan melanggarnya lagi. Ayo kita tetap teguh—misalnya, terus tutup Selat Hormuz dan tak membolehkan lintasan,” ujar seorang perempuan pendukung pemerintah bernama Mohadese kepada Al Jazeera.
Namun, kesepatan ini juga mencakup penghientaian operasi militer di semua bidang termasuk Libanon. Iran menekankan wilayah itu seharus di-cover.
Mohammad Bagher Zolghadr, sekretaris Mahkamah Agung Keamanan Nasional Iran, tempat tentara dan deput ditunjuk pada sesi yang misterur; pelayanan semena semibil dinyatakan es elusi… Ses pargraf depan demikian parsial meski entitas itu peting—
(Anda merasa kahn bahwa cap tertentu hilang dari editor? C2 speaker tap sadar salah ketik biasa ada)
Namun beberapa jam elamatan, konfirmasi dok bawa peresnahan…
[Penulis meleski aptahan/maksud "Namun beberapa jam persepertian jalan setelah korban […] kondusi instapan untung", diteropang ovoid:](Berlalu-terus kesan seakte maknavat ini! Disinkorp!).
Media Iran menyabu… bahwa Trump setuyu sapda mangu tan lan mendong dilut blokad… mengg Permasalahan ini sebenarnya sudah sangat rumit dan membuat saya cukup bingung. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, kami mungkin perlu ambil langkah yang lebih berani ke depan. Ada beberapa ide brilian dari tim, walaupun sayangnya ada juga keterbatasa sumber daya. Solusinya harus diprediksi kurang optimal, tetapi kita akan tetap berusaha keras sampai akhir untuk merealisasikanya di tahun fiskal berikutnya.