Israel Serang Empat Titik Penyeberangan Perbatasan Suriah-Lebanon; Tewaskan Dua Orang di Lebanon Selatan

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam ‘kebijakan agresi sistematis’ Israel yang menyasar langsung warga sipil di Lebanon.

Ditayangkan Pada 22 Jan 202622 Jan 2026

Klik untuk membagikan di media sosial

share2

Israel menyatakan telah menyerang empat titik perlintasan di perbatasan Suriah-Lebanon, dengan dalih lokasi-lokasi tersebut digunakan Hezbollah untuk menyelundupkan senjata. Serangan ini menyusul aksi-aksi sebelumnya di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai hampir 20 orang.

Kekerasan terbaru Israel pada Rabu ini terjadi meskipun telah ada gencatan senjata yang difasilitasi AS, yang mengakhiri lebih dari satu tahun pertikaian antara Israel dan pejuang Hezbollah di Lebanon pada 2024 dan yang repeatedly telah dilanggar oleh Israel.

Rekomendasi Cerita

daftar 4 itemakhir daftar

“Sekali lagi, Israel menjalankan kebijakan agresi sistematis dengan melancarkan serangan udara atas desa-desa Lebanon yang berpenghuni, dalam eskalasi berbahaya yang menyasar langsung warga sipil,” ujar Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam.

“Perilaku agresif yang berulang ini menegaskan kembali penolakan Israel untuk mematuhi kewajibannya yang timbul dari perjanjian penghentian permusuhan,” kata Presiden Aoun.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 19 orang terluka dalam serangan udara Israel di kota Qanarit, Lebanon selatan.

Warga mengungsi sembari kepulan asap membumbung usai serangan udara Israel di desa Qanarit, Lebanon selatan, pada hari Rabu [Mohammed Zaatari/AP Photo]

Badan Berita Nasional yang dikelola negara melaporkan pesawat tempur Israel membombardir bangunan-bangunan di sejumlah desa dan kota di Lebanon selatan, termasuk al-Kharayeb, al-Ansar, Qanarit, Kfour dan Jarjouh. Hal ini terjadi setelah militer Israel mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan melancarkan serangan atas target-target di dalam negara tersebut.

MEMBACA  Lima orang tewas setelah penembakan di dekat Dunkirk

Lebih awal pada hari itu, Kementerian Kesehatan menyebutkan serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di kota Zahrani, distrik Sidon, menewaskan satu orang. Kementerian itu juga menyatakan serangan Israel yang menyasar sebuah kendaraan di kota Bazuriyeh, distrik Tyrus, menewaskan satu orang lainnya.

Kantor berita AFP menyatakan korespondennya melaporkan melihat sebuah mobil hangus terbakar di jalan utama di Sidon dengan puing-puing berserakan di sekitarnya dan petugas darurat berada di lokasi. Seorang fotografer dari kantor berita tersebut juga mengalami luka-luka ringan bersama dua jurnalis lain yang tengah bekerja di dekat lokasi serangan berat Israel di Qanarit, tempat 19 orang terluka.

Militer Israel lewat media sosial menyatakan mereka menyasar empat perlintasan perbatasan di perbatasan Suriah-Lebanon yang digunakan untuk “transfer senjata” dan bahwa mereka juga telah “menyingkirkan” “penyelundup senjata Hezbollah kunci” di area Sidon, Lebanon selatan.

Sebuah pernyataan militer Lebanon mengutuk serangan-serangan Israel yang menyasar “bangunan dan rumah-rumah sipil” dalam “pelanggaran terang-terangan atas kedaulatan Lebanon” dan kesepakatan gencatan senjata.

Militer Lebanon juga menyatakan serangan-semacam itu “menghambat upaya-upaya militer” untuk menyelesaikan rencana pelucutan senjata bagi Hezbollah, yang merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata.

Hezbollah telah menolak seruan untuk menyerahkan senjatanya di tengah serangan Israel yang berlangsung terus-menerus, yang telah menewaskan lebih dari 350 orang di Lebanon meskipun gencatan senjata ditandatangani pada November 2024, menurut penghitungan korban dari AFP.

Tinggalkan komentar