Iran Klaim Rebut Kapal Tanker Minyak ‘Melanggar’ di Teluk Oman | Berita Perang AS-Israel lawan Iran

Televisi negara merilis video pasukan IRGC yang menaiki dan menahan kapal berbendara Barbados, Ocean Koi.

Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menangkap sebuah kapal tanker minyak, Ocean Koi, dalam “operasi khusus” di Teluk Oman. Menurut media pemerintah, kapal tersebut diduga berusaha “mengganggu ekspor minyak serta kepentingan bangsa Irani.”

Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Fars, juru bicara angkatan darat mengatakan bahwa “pasukan elite dan marinir” Angkatan Laut Iran telah “mengarahkan kapal tanker yang melanggar itu ke pesisir selatan negara.”

Kisah Rekomendasi

daftar 3 itemakhir daftar

Menurut kantor berita IRNA, pernyataan dari angkatan darat menyatakan bahwa pihaknya akan “secara kuat membela kepentingan dan aset bangsa Irani di perairan teritorial, dan tidak akan menoleransi pelanggar atau agresor mana pun.”

Televisi negara menyiarkan video pasukan Iran naik dan menahan kapal tersebut. Menurut Marine Tracker, kapal itu terdaftar di Barbados.

Resul Serdar, wartawan Al Jazeera di Teheran, melaporkan bahwa ini bukan pertama kali IRGC menyita kapal, merujuk pada tiga kasus terkonfirmasi di Selat Hormuz, jalur air yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Namun, ia menjelaskan bahwa ini menandai suatu pergeseran di Iran.

“Warga Iran melihat bahwa perang telah mengubah lingkungan strategis di kawasan, dan selat serta teluk ini telah digunakan melawan keamian nasional kami,” ujar Serdar.

‘Rezim Maritim Baru’

Ia mengatakan Iran akan menerapkan “rezim maritim baru,” yang mencakup “aturan, regulasi, dan protokol baru.”

Badan baru ini akan disebut Otoritas Selat Teluk Persia dan akan mengelola lalu lintas melalui Selat Hormuz.

“Jadi, menurut regulasi baru yang baru saja dirilis, kapal mana pun yang hendak melintasi Selat Hormuz masuk dan keluar harus memiliki koordinasi penuh serta izin dari pasukan Iran,” kata Serdar.

MEMBACA  Protesan di Camberwell Ditangkap Setelah Bentrok dengan Polisi

Kapal yang bermaksud melalui jalur air ini – tempat seperlima minyak dunia biasanya melintas – harus mengirim surel ke otoritas Iran yang merinci negara asal, muatan kapal, dan tujuan akhir. Iran kemudian akan menilainya dan meminta mereka membayar biaya tol.

“Ini adalah rezim maritim baru. Iran tidak akan menyerahkan kedaulatannya atas Selat Hormuz,” ujarnya.

Tindakan berani ini, menurutnya, simbolis karena menunjukkan bahwa “warga Iran mengendalikan titik-titik strategis ini – tanpa perestujuan mereka, tidak ada kapal yang boleh keluar-masuk.”

‘Pengaruh Politik’

Alex Alfirraz Scheers, analis pertahanan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dengan menangkap kapal itu, IRGC “sedang menunjukkan kemampuannnya dan otoritasnya di dalam Selat – mereka berusaha memproyeksikan kekuasaan, yang kini bisa mereka lakukan, tetapi sebelumnya tidak.”

Ia menjelaskan bahwa IRGC menggunakan “pengendalian Selat” untuk membuat jalur air itu “tidak ramah dan berbahaya”, yang, kata dia, cukup untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki “pengaruh strategis” dan “pengaruh politik”.

Scheers mengaitkan hal ini dengan negosiasi yang rapuh, dan mengatakan jika Amerika Serikat tidak mau berkompromi mengenai syarat-syarat kesepakatan potensial, maka “tindakan seperti inilah” yang akan dilakukan IRGC “untuk menggeser keseimbangan demi keuntungan mereka.”

Tinggalkan komentar