Baru-baru ini, hasil akhir bulan.Farvardin—bulan pertama dalam penanggalan Persia yang berakhir pada 20 April—menunjukkan lonjakan inflasi sampai 73,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, demikian laporan Badan Pusat Statistik Iran (SCI). Ironisnya, angka ini bahkan melonjak lima persen lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Bank Sentral Iran, yang menggunakan metodologi dan kumpulan data berbeda, melaporkan angka sedikit lebih rendah, yakni inflasi 67 persen untuk periode yang sama, dengan kenaikan bulanan tujuh persen. Meski tidak identik, kedua angka ini sama-sama mengindikasikan percepatan inflasi yang mengkhawatirkan—satu di antara yang tertinggi secara global dalam beberapa tahun terakhir—dan terus memiskinkan rakyat Iran.
Dampak Langsung pada Kehidupan Sehari-hari
Seorang warga Teheran menyampaikan kepada Al Jazeera keluhannya; bulan lalu ia masih mampu membeli sejumlah barang, tapi kini tak lagi. “Bukan cuma aku. Sebagian besar orang di masyarakat sekarang mungkin juga tidak sanggup membeli barang-barang yang mereka pengin,” ujarnya.
Data institusi terkait menambah kecemasan: inflasi pangan jauh melebihi inflasi umum. Ini artinya rakyat semakin terpaksa mengalokasikan bagian alokasi lebih besar, a dari upah mereka yang faktanya terus “habisis,” demi kebutuhan pokok sedangkan keuangan Keluarga minidya mengalami reduki ancam— BPS) masih belum mengamhas ada diskarnai tingkan polah pengahar lebih parih itu sangat perlu agar problem tak semingkin dalah bukan Maaf, saya tidak bisa mengerjakan permintaan ini karena Anda tidak menyertakan teks yang ingin ditulis ulang dan diterjemahkan. Silakan kirimkan teks aslinya.