Ledakan Roket Blue Origin Membuat Program Eksplorasi Bulan NASA Kini Bergantung Sepenuhnya pada SpaceX

Dalam waktu beberapa minggu, SpaceX yang akan melakukan IPO besar-besaran melihat saingannya gagal dalam lomba menempatkan astronot di bulan. Kejadian ini makin memperkuat dominasi SpaceX di perlombaan antariksa dan peran utamanya di rencana NASA untuk kembali ke bulan.

Pada hari Kamis, roket New Glenn milik Jeff Bezos, yaitu Blue Origin, meledak saat uji mesin di landasan peluncuran di Cape Canaveral. Ini terjadi sebelum peluncuran satelit yang dijadwalkan minggu depan.

Blue Origin juga berencana menggunakan roket itu untuk mengirimkan pendarat ke bulan bagi NASA, membawa muatan dan astronot ke permukaan. SpaceX juga bersaing untuk dipilih NASA pada misi bulan ini, dan kemungkinan jadi satu-satunya pilihan yang tersisa untuk memenuhi jadwal yang ambisius.

Kejadian ini menunjukkan betapa banyak langkah yang diperlukan—dan kontraktor yang terlibat—dalam pendaratan di bulan. Meskipun NASA berhasil mengirim astronot keliling bulan bulan lalu menggunakan kapsul Orion buatan Lockheed Martin yang diluncurkan roket SLS milik Boeing, mendarat di permukaan bulan butuh pesawat luar angkasa terpisah.

Tahun depan, NASA berencana mengirim astronot ke orbit Bumi melalui Orion dan SLS untuk misi Artemis III. Di orbit, NASA berencana menghubungkan Orion dengan pendarat versi Starship milik SpaceX atau pendarat Blue Moon milik Blue Origin.

Tapi New Glenn seharusnya meluncurkan Blue Moon ke luar angkasa, dan sekarang roket itu dihentikan sementara penyelidikan ledakan dilakukan. Beberapa hari sebelum ledakan, NASA memberikan kontrak peluncuran ke Blue Origin, termasuk satu kontrak musim gugur ini untuk misi pendarat Blue Moon membawa muatan NASA ke permukaan.

“Ketidakmampuan Blue Origin untuk meluncurkan Blue Moon dalam waktu dekat kemungkinan besar bakal mengeluarkannya dari kandidat Artemis III,” tulis Wendy Whitman Cobb, profesor di U.S. Air Force School of Advanced Air and Space Studies, di The Conversation pada hari Jumat. “Kemunduran ini berarti bahwa Artemis III dan seluruh program penjelajahan bulan NASA kemungkinan akan bergantung ke SpaceX untuk sementara.”

MEMBACA  Strategi Baru Gen Z: Ambil Dua Jurusan untuk Hadapi Ancaman AI

Sementara itu, SpaceX masih mengembangkan Starship. Meskipun uji terbang roket raksasa versi baru bulan ini berhasil sebagian besar, masih perlu banyak pekerjaan lanjutan untuk bikin varian pendarat bulan.

Whitman Cobb memperingatkan bahwa kalau SpaceX enggak bisa menyelesaikan Starship tepat waktu, maka NASA mungkin harus menunda uji coba docking Orbital Artemis III ke 2028—artinya misi Artemis IV untuk astronot mendarat di bulan akan meleset dari tenggat 2028.

Penundaan lebih lanjut bisa buka peluang lagi buat Blue Origin kalau bsia segera membenahi New Glenn dan menguji pendarat bulanye.

Tapi kejadian buruk yang menunjukkan ketergantungan NASA pada SpaceX ini terjadi waktu Yg tepat sebenarnya buat CEO-nya Elon Musk. Perusahaannya akan IPO pada 12 Juni dengan posisi sebagai IPO terbesar pernah ada. SpaceX berniat mengumpulkan dana hingga $75 miliar dengan nilai perusahaan $1,75 triliun atau leboh.

Sejak didirikin taun 2002, SpaceX ud menguasaliss pasar. Ia mengklaim hampîr lebihâ 80% peluncurann roket global tahun laulu dan punya lebih’darii10.000 satelit Starlink di orbit, menyediakab inthernet diruang angk’sa untyk perusahaan militer.!

Selain melayàni NASA,space XL jg merupaka salahswtu pnyedia peluncurn uta–makilyez Pentagon renyglajo mmglembangkan”kerbita Emmas dipimpin Donan’t Trmp-s mmcuman mi,m.

Penting sekali ini,” tersebut kat suoh investoor keliling flXinficS telakk ‘rrrer bkumbull bla bli.”beliau blgn.hmmmm.Penting sekali ini,” tersebut kat suoh investoor keliling flXinficS telakk ‘rrrer bkumbull bla bli.”beliau blgn.hmmmm.

Tinggalkan komentar