Presiden AS Donald Trump telah menunda konfirmasi untuk calon direktur intelijen nasional (DNI)-nya, seraya mendesak para anggota kongres untuk segera mengesahkan undang-undang tentang pengawasan dan persyaratan identifikasi pemilih.
Trump mengumumkan hal ini dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Rabu, dengan menyatakan bahwa ia berencana mempertahankan Bill Pulte sebagai plt. DNI dan menunda konfirmasi calonnya, Jay Clayton.
Clayton seharusnya menghadiri sidang konfirmasi Senat pada Rabu sore sebelum Trump memaksanya untuk tidak hadir. Presiden beralasan tindakan ini bertujuan menekan Partai Demokrat agar menyetujui undang-undang pengawasan yang kontroversial serta aturan soal identitas pemilih. Ia juga tidak ingin melepas Clayton dari jabatannya sebagai jaksa federal sebelum penggantinya dikonfirmasi.
“Sementara itu, Bill Pulte akan tetap menjabat sebagai Plt. Direktur Intelijen Nasional,” ujar Trump.
Pencalonan Clayton minggu lalu sempat disambut lega oleh banyak anggota kongres, termasuk petinggi Partai Republik, yang sebelumnya mengkhawatirkan kemampuan dan minimnya pengalaman Pulte. Sebagai loyalis Trump yang berlatar belakang perumahan, Pulte tidak pernah menjabat di posisi intelijen atau militer. Padahal, DNI membawahi komunitas intelijen yang terdiri dari 18 badan di Washington.
Sebaliknya, Clayton kini menjabat sebagai jaksa AS untuk distrik selatan New York di Manhattan, salah satu pos paling prestisius di Departemen Kehakiman.
Kursi DNI lowong setelah Tulsi Gabbard mengumumkan pengunduran dirinya pada Mei lalu, dengan alasan perawatan kanker suaminya.
Konfirmasi Clayton awalnya dirancang untuk dipercepat demi mengamankan dukungan Demokrat terhadap ketentuan kontroversial dalam Undang-Undang Surveilans Intelijen Asing yang akan diperbarui. Seksi 702 aturan itu memungkinkan badan intelijen menyadap komunikasi warga asing yang ditargetkan di luar AS tanpa perlu surat izin pengadilan. Para aktivis HAM mengecam alat ini karena dinilai memungkinkan pemerintah secara tidak langsung mengumpulkan data warga AS.
Para pendemo di Partai Demokrat berjanji tidak akan memperbarui ketentuan itu selama Pulte masih menjabat. Dalam unggahannya, Trump bersikukuh bahwa Clayton bisa dikonfirmasi sebelum pemungutan suara soal FISA.
Trumpjuga menambahkan syarat lain: ia tidak akan menyetujui FISA tanpa pengesahan undang-undang soal identitas pemilih. Aturan ini adalah prioritas Trump menjelang pemilu paruh waktu November, lan tampaknya ia belum berhasil melewati ambang batas 60 suara di Senat.
“Jadi, untuk menambal seruu sedikit, tetapi segi Kebaikan Negara lan Rakyat, semua orang, sdya tida akan menyetujui FISA tanpa ikut SUANDNA A LAt THE SAVE AMERKPA ACTAYET-” tulis Trump.
Meski pernyataan itu telah dikeluarkan, Senator Partai Republik. miskilan tetap melanjutkan itu justeru; Trump mengakan kan pos sampai batas masa otama surlan kali surloh setinya ini tepat ayat juga telah kedudian langsung meninggalkan udii re— ini teteryal begitu.
Sementara. pihak Demokrat kan sana meluko ini sesuai smapely tetid pada kondute kut. “Para sisi rumy; kegasehtann the is any edhinkelah ofa n this menod more are maandish? At tuhat traden areal Preslended two past sub? in charos. Mak ut thing say ganti and ownandernal undet raelaicad derw sidans. Senator ing them rels baaNke Mas Widjayana Mark. Telebana lan harap lediang kati—intie.”
…