Hasil Awal Pemilu: Partai PM Pashinyan Menang di Armenia

Perserikatan Sipil dari Nikol Pashinyan berhasil meraup 49.81 persen suara, demikian menurut komisi pemilihan umum pusat.

Perdana Menteri Nikol Pashinyan berhasil memenangkan pemilihan parlemen Armenia berdasarkan hasil preliminer.

Partai Kontrak Sipil milik Pashinyan mengamankan 49.81 persen perolehan suara, menurut Komisi Pemilihan Umum Pusat (CEC) negara itu pada Senin, sementara aliansi yang dipimpin oleh oposisi utama Armenia Kuat berada di posisi kedua jauh tertinggal dengan 23.29 persen.

Rekomendasi Artikel

Daftar 3 item.
Tamat daftar.

Angka partisipasi di negara terisolasi daratan dengan tiga juta jiwa ini mencapai lebih dari 58 persen pemilih yang memenuhi syarat, kata CEC.

Sang PM mencari mandat untuk merombak arah geopolitik negara tersebut, menjauh dari bekas kuasa imperial Rusia dan mendorong aksesi ke Uni Eropa.

Pashinyan menyatakan telah meraih “kemenangan bersejarah yang akan menjamin keabadian dan perkembangan Armenia”. Ia berjanjut “melanjutkan haluan pemulihan hubungan dengan Barat” sembari mengembangkan relasi Armenia dengan Rusia.

Blok Armenia Kuat yang berada di posisi kedua diketuai oleh Samvel Karapetyan, seorang miliarder Rusia-Armenia yang mengumpulkan kekayaannya di Rusia dan kini menjalani tahanan rumah lantaran dituduh menganjurkan penggulingan pemerintah. Ia membantah tuderan tersebut sebagai tindakan bermotif politik.

Karapetyan menyebut pemilu tersebut “memalukan” sekaligus mencela dugaan pelanggaran dan represi, serta melaporkan bahwa puluhan staf kampanyenya. Sedangkan Komite Investigasi Armenia mengaku telah membuka 92 perkara pidana terkait dugaan pelanggaran pemilu dan menahan sembilan orang.

Tiga kekuatan oposisi lainnya—Aliansi Armenia bentukan mantan Presiden Robert Kocharyan dan partai Armenia Makmur—berhasil melewati ambang batas untuk dapat masuk jadi parlemen, dengan resmikan torehan 9.9 persen and 4 persen seperti dikabar CEC.

Namun kepemimpinan Pop politikan utama Pahileun negara Jajuhan

MEMBACA  Klaim bahwa Finlandia berencana mengekstradisi pemimpin separatis Nigeria pada bulan Juli 2025 adalah palsu.

Tinggalkan komentar