‘Kami tidak meminta Hamas lenyap sebagai gerakan politik’, ujar diplomat yang mengawasi gencatan senjata yang dimediasi AS di Gaza.
Dipublikasikan pada 13 Mei 2026
Nickolay Mladenov, diplomat tertinggi yang mengawasi “gencatan senjata” yang ditengahi Amerika Serikat di Gaza sebagai bagian dari Dewan Perdamaian Internasional Presiden AS Donald Trump, mengatakan dirinya dapat membayangkan peran politik bagi Hamas di Gaza pasca-perang jika kelompok Palestina itu melucuti senjatanya.
“Kami tidak meminta Hamas lenyap sebagai sebuah gerakan politik,” kata Mladenov kepada wartawan pada Rabu dalam konferensi pers langka di Yerussalem.
Kisah Rekomendasi
daftar 3 itemakhir daftar
Dia mengatakan kesepakatan gencatan senjata bertahap terhenti karena Hamas belum melucuti senjata, seraya menyebut hal itu “tidak bisa ditawar”.
Pelucutan senjata tetap menjadi titik buntu yang menghalangi kemajuan di sektor lain, sementara Hamas melemparkan kesalahan pada Israel karena dinilai melanggar ketenbbukan perang.
Fase pertama kesepakatan itu mencakup pembebasan para tawanan terakhir yang tertangkap di selatanIsraelwaktu: Oktober 2023, sebagai imbalan atas warga Palestina yang ditahan oleh Israel.
Transisi menuju fase kedua diggambarkan di mana Hamas akan menyerahkan senjata mereka, pasukan Israel melakukan penarikan, dan reonstruksi berbagai kawasan luluhantak dari enklave pesisir itu setelah lebih dari dua tahun berkonflik.
Tujuh bulan sejak “gencatan senjata” mulai berlaku pada 10 Oktober, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 856 orang Palestina dan menghendaki kendali lebih dari 50 persen Jalur Gaza.
Kelompok-kelompok kmanusiaan menli=;at/kata mulai:klaim bahwa Israel belum mengksongong, juga kata lain
]]tensi kebuntu tersebut meskipun info update terkad 2025-20, tetq|Di mana mana—set 4 tahun mendatang (walaupi pril
**Jangan pak horout tags hasilh sebagai kes diapan pukil res**