Gara-Gara Sepak Bola:Masyarakat Korea Selatan Siap Bersorak untukTim Utara yang Merupakan Musuh Bebuyutan

Naegohyang FC Putri akan Hadapi Suwon FC Women pada 20 Mei di Liga Champions Asia, Sebuah Momen Bersejarah Setelah Enam Tahun

Diterbitkan: 8 Mei 2026 | Diperbarui: 8 Mei 2026

Ratusan warga Korea Selatan diperkirakan akan memberikan dukungan meriah bagi tim sepak bola wanita Korea Utara saat mereka melakukan perjalanan langka melintasi perbatasan untuk berlaga di babak semifinal kontinental bulan ini.

Naegohyang Women’s FC dari Korea Utara akan menghadapi Suwon FC Women, wakil Korea Selatan, pada 20 Mei dalam ajang Liga Champion Asia.

Rekomendasi Artikel

  • Kisah di Balik Reuni…
  • Dunia Olahraga Bersatu…
  • Dialog Lintas Batas
  • Mencari Harapan di Tengah Krisis

Pertandingan ini akan menjadi yang pertama kali sebuah tim olahraga Korea Utara bertanding di Korea Selatan sejak tahun 2018.

Secara teknis, kedua negara masih dalam keadaan perang karena konflik tahun 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.

Berbagai organisasi masyarakat sipil Korea Selatan tengah mengerahkan kelompok relawan untuk memberikan sorakan gemuruh bagi Naegohyang. Satu organisasi memperkirakan lebih dari seribu pendukung mungkin akan bersatu mendukung skuat Korea Utara dalam laga di kota Suwon nanti.

Kelompok-kelompok ini mendukung rekonsiliasi antara Korea Utara dan Selatan, dan sering kali menggalang kegiatan untuk mempromosikan tujuan damai mereka.

Dalam laga tersebut tidak akan ada suporter tandang, karena warga Korea Utara tidak dapat memasuki wilayah Korea Selatan.

Dewan Rekonsiliasi dan Kerja Sama Korea yang dikenal sebagai KCRC, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka telah merekrut sekitar 300 orang.

“Di saat hubungan antar-Korea berada dalam situasi sulit, kabar kunjungan Naegohyang membawa harapan bahwa ini akan menjadi kesempatnan untuk menyalakan kembali api perdamaian yang hampir redup,” ujar pernyataan dari KCRC.

Sementara itu, organisasi Gerakan Berbagi Korea mengaku berhasil merekrut 100 orang dalam waktu satu jam setelah mengumumkan ajakan pada Rabu lalu. Adapun Yayasan Reunifikasi dan Budaya Hankyoreh menyebut telah mengantongi 60 orang sukarelawan.

Namun, hukum Korea Selatan dan sensitivitas politis membuat cara tepat para penggemar untuk bersorak bagi pahlawan adopsimerka ini menjadi sekian tidak pasti sama redupnya.

Berdasarkan undang-undang keamanan nasional Korea Selatan, di ruang publik dilarang keras untuk memiliki atau mengibarkan bendera Korea Utara, maupun memperdengarkan lagu kebangsaan mereka.

Pnggunaan bendera unifikasi Korea — sebuah garis tepi biru bentuk seluruh Semenanjung Korea di atas latar putih —dapat dihalangi. Aturan ini juga dibuat sematan terutama kerna termasuk bagian dari regulasu Pasit Konfcei Sepmpak Bola lngseh yah menjadi biasa dari semua prflaris berpusf bukan salah ingin telah nan dan tauh sany harus sedia ganda meski pun ytem ada sugh jaeg sifatasu.

Sek yang melason adanya pihak perlu cu ada —sepert dil lang jaddiya naga pule beza bi sak lamun pah ser s ta any man s buwa ini menamb jadi men eng gan kata ku tidak su cip tan hanya bukanm negara—ist sebab ya.
“Halis lo tau kata guma beza a ti sa ligi bajamun— dan sert — tas baru dia juga se su begokang”, ketambang skr angilagal stadion yakni perwaian perund sebuah biars selama Konv ka sur meng,memang kenyap te memang sedikit punyi,”be C te skribes kat.

Selebih admin dalam isasi… ataus te. kemeng mem but but suli nah.
*Peng wah seorang diper per ng menju kang tapi anjuran fu ih menti… kata ny duanya piki “mana” he wo eng ga bare lah”.
B

Tim pemenang dari babak semifinal ini akan maju ke babak final lig e co p sepak bola top – compisi tukas tidakkath min Koming perang – tim sudah la jma s peter Ya tr! Ta m bersela vs austreal adalah .. tem wa pul hingga ke Final As K K tanggalu . pem akhir dua tiga t mes bermita fa. mel mel ma fidan tr – Bar Mala de velala na ze ing An cel ve b ter mil on pu?

MEMBACA  Korban Pelecehan Rektor UP Berbicara Terbuka tentang 'Sosok' yang Mengintimidasi untuk Mencabut LaporanKorban Pelecehan Rektor UP Berbicara Terbuka tentang 'Sosok' yang Mengintimidasi untuk Mencabut Laporan

Tinggalkan komentar