Dua Bayi Termasuk dalam 53 Tewas atau Hilang setelah Kapal Terbalik di Lepas Pantai Libya

Insiden ini menambah jumlah orang yang dilaporkan meninggal atau hilang di rute Mediterania tengah tahun ini menjadi setidaknya 484 orang.

Dengarkan artikel ini | 2 menit

Diterbitkan Pada 9 Feb 2026

Sebuah perahu karet yang membawa puluhan orang telah terbalik di lepas pantai Libya, mengakibatkan setidaknya 53 orang, termasuk dua bayi, meninggal atau hilang.

Dalam pernyataan pada Senin, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan bahwa kapal yang membawa 55 orang tersebut terbalik di sebelah utara kota pesisir Zuwara, di barat laut Libya, pada 6 Februari.

IOM menyebutkan bahwa timnya memberikan perawatan medis darurat kepada dua orang yang selamat setelah penurunan, berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Menurut keterangan para penyintas, perahu tersebut mengangkut pengungsi dan migran dari negara-negara Afrika.

Perahu itu berangkat dari Zawia, di barat laut Libya, sekitar pukul 23.00 pada 5 Februari dan terbalik kira-kira enam jam kemudian.

Berdasarkan Proyek Migran Hilang IOM, lebih dari 1.300 orang telah hilang di rute Mediterania tengah yang berbahaya sepanjang tahun 2025. Insiden terbaru ini membawa jumlah pengungsi dan migran yang dilaporkan tewas atau hilang di rute tersebut tahun ini menjadi paling sedikit 484 orang.

“Data IOM menunjukkan bahwa pada Januari saja, setidaknya 375 migran dilaporkan meninggal atau hilang menyusul beberapa ‘bangkai tak terlihat’ di Mediterania Tengah di tengah cuaca ekstrem, dengan ratusan korban jiwa lainya diduga tak tercatat,” bunyi pernyataan itu.

“Insiden-insiden yang berulang ini menggarisbawahi risiko yang terus-menerus dan mematikan yang dihadapi oleh para migran dan pengungsi yang mencoba penyeberangan berbahaya ini.”

MEMBACA  Di Bawah Ancaman Trump, Apa yang Dicapai 'Perang terhadap Narkoba' AS dalam 50 Tahun?

Tinggalkan komentar