Bayi di Gaza Menderita Kedinginan Ekstrem Sementara Blokade Bantuan Israel Terus Berlanjut

Laporan Khusus: Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Parah di Tengah Cuaca Ekstrem

Organisasi Médecins Sans Frontières (MSF) melaporkan bahwa Israel secara konsisten menghalangi pengiriman tenda dan hunian sementara ke Jalur Gaza yang telah porak-poranda akibat perang. Situasi ini memperburuk penderitaan warga di tengah suhu musim dingin yang membekukan.

Publikasi: 7 Januari 2026

Warga Palestina di Jalur Gaza kini menghadapi ancaman infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, serta berbagai masalah kesehatan lainnya. Peringatan ini disampaikan oleh kelompok kemanusiaan menyusul kebijakan Israel yang membatasi ketat pasokan perlindungan vital.

MSF menyatakan pada Rabu bahwa banyak bayi "menderita kedinginan yang parah" karena keluarga-keluarga Palestina yang mengungsi terpaksa tinggal di tempat perlindungan darurat di seluruh wilayah yang dibombardir.

"Masyarakat harus menghadapi hujan deras dan angin kencang sementara tinggal di tempat penampungan seadanya," tulis MSF dalam sebuah unggahan media sosial. "Di saat bersamaan, Israel terus memblokir atau menunda masuknya pasokan penting seperti tenda, terpal, dan perumahan sementara."

Blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel selama perang genosida terhadap Palestina telah memicu kelaparan luas. Para ahli hukum mencatat bahwa hal ini melanggar kewajiban Israel, sebagai kekuatan pendudukan di Jalur Gaza, untuk memenuhi kebutuhan penduduk di wilayah yang dikontrolnya.

Kebijakan ini juga bertentangan dengan kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat—berlaku sejak Oktober—yang menetapkan kewajiban Israel mengizinkan 600 truk bantuan masuk setiap hari. Namun, di tengah kecaman internasional dan seruan PBB, Israel tetap mempertahankan pembatasan sekaligus berusaha menghalangi operasi organisasi bantuan internasional di wilayah tersebut.

Israel bahkan mencabut izin operasi 37 kelompok bantuan, termasuk MSF dan Norwegian Refugee Council, dengan alasan ketidakpatuhan terhadap peraturan baru yang mengharuskan organisasi memberikan informasi rinci mengenai staf, pendanaan, dan operasi.

MSF mengecam langkah tersebut sebagai "upaya sinis untuk mencegah organisasi memberikan layanan di Palestina dan merupakan pelanggaran terhadap kewajiban Israel menurut hukum humaniter internasional."

Penolakan Israel untuk mengizinkan pasokan bantuan yang memadai terjadi ketika angin kencang, hujan lebat, dan suhu beku telah menerpa kawasan itu dalam beberapa pekan terakhir. Ratusan ribu keluarga Palestina terpaksa berlindung di kamp tenda yang tidak layak atau tempat darurat lainnya karena rumah mereka hancur.

Serangan militer Israel terhadap Gaza juga berlanjut pasca gencatan senjata. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan setidaknya 424 warga Palestina tewas sejak 11 Oktober, dan 1.199 lainnya luka-luka akibat serangan Israel hingga Rabu ini.

Rekomendasi Kisah Terkait

MEMBACA  Kisah Perempuan Gaza yang Ditemukan Hidup di Kamar Mayit Usai Serangan