Australia Berkomitmen Tangani H5N1 Pasca Kasus Flu Burung Dikonfirmasi

Uji laboratorium mengonfirmasi burung brown skua—yang merupakan spesies migrasi—yang ditemukan di Australia Barat, telah ternular virus tersebut.

Dipublikasikan pada 20 Juni 2026

Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan Australia akan melakukan “apa pun yang kami bisa” untuk menekan penyebaran flu burung H5N1, setelah kasus pertama di daratan utama dikonfirmasi menyerang seekor burung laut. Kasus ini mengindikasikan bahwa virus tersebut kini telah menyebar ke seluruh penjuru benua.

Otoritas setempat pada Sabtu lalu mengungkapkan, hasil uji mengonfirmasi bahwa burung brown skua yang ditemukan di Taman Nasional Cape Le Grand, Australia Barat—sebagai spesies imigran—positif mengidap virus mematikan ini. Seekor burung giant petrel yang ditemukan di area yang sama juga dicurigai telah terinfeksi.

Cerita Rekomendasi

{{daftar 3 item, akhir daftar, entah kenapa}}

“Situasi ini memprihatinkan,” ujar Albanese di hadapan para wartawan di Sydney. Ia juga menambahkan bahwa pemerintahannya akan mengerahkan “segala upaya yang kami miliki guna membatasi—entah bagaimana risiko—penyebaran wabah kelak.”

Sebelum temuan ini, Australia merupakan satu-satunya benua yang nihil kasus di daratan utama, walau virus serupa terdeteksi pada akhir 2025 di Pulau Heard, suatu wilayah teritori sub-Antarktika yang berjarak sekitar 4.100 kilometer dari daratan Australia.

Menteri Pertanian Julie Collins menyampaikan, virus tersebut belum terdeteksi pada sektor unggas atau pertanian komersial Australia. “Kita semua masih paham betul, nir-wabah flu burung itu tak abaadi-abadinya,” tandasnya.

Infeksi pada manusia memang nihil santer diberitakan; namun patogen avian influenza bersifat highly pathogenic global ini—selama beberapa tahun paling mutakhir—mengusik stabilitas dan rantai pasokan pangan.

MEMBACA  Hancur oleh Eksperimen Kontrol Pikiran di Montreal, namun Tetap Semangat dalam Pakaian

Tinggalkan komentar