LAPORAN BERKEMBANG LAPORAN BERKEMBANG
Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran sebelumnya menyatakan AS salah menggambarkan penangkapan ini sebagai kematian dalam pertempuran.
Dengarkan artikel ini | 1 menit
Dipublikasikan pada 7 Mar 2026
Ali Larijani, ketua Dewan Keamanan Nasional Iran, mengklaim bahwa negaranya telah menangkap sejumlah prajurit Amerika Serikat sejak pecahnya perang pekan lalu.
Klaim tersebut muncul dalam sebuah postingan di platform media sosial X pada hari Sabtu, di mana Larijani menyiratkan AS berusaha menyembunyikan fakta penangkapan tersebut.
“Telah dilaporkan kepadaku bahwa beberapa prajurit Amerika telah ditahan sebagai tawanan,” tulis Larijani.
“Namun pihak Amerika mengklaim mereka tewas dalam aksi. Terlepas dari upaya sia-sia mereka, kebenaran bukanlah sesuatu yang dapat mereka sembunyikan terlalu lama.”
Militer AS, bagaimanapun, dengan cepat membantah klaim tersebut dengan pernyataan mereka sendiri secara daring.
“Rezim Iran melakukan segala cara untuk menyebarkan kebohongan dan menipu. Ini merupakan contoh nyata lainnya,” ujar Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins menanggapi postingan Larijani.
Sebuah juru bicara dari Komando Pusat AS (CENTCOM) menggemakan penyangkalan Hawkins dalam pernyataan kepada Al Jazeera Arabic.
“Klaim rezim Iran mengenai penangkapan prajurit Amerika hanyalah satu dari sekian banyak contoh kebohongan dan tipu muslihat mereka,” kata juru bicara itu kepada Al Jazeera Arabic.
Setidaknya enam anggota angkatan bersenjata AS telah tewas sejak perang dimulai pada 28 Februari, setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan. Pemerintahan Trump menjuluki operasi militer tersebut sebagai “Operation Epic Fury”.
Kantor berita Tasnim di Iran melaporkan pekan ini bahwa diperkirakan 1.332 orang telah tewas dalam perang selama seminggu terakhir. Jumlah korban jiwa itu mencakup sekitar 180 anak-anak yang meninggal dalam serangan terhadap sekolah mereka di kota Minab, sebelah tenggara.