Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, punya pandangan optimis soal belanja besar AI yang dilakukan perusahaan teknologi besar. Menurut dia, belanja ini mengubah ekonomi Amerika.
Warsh bilang, AI akan meningkatkan produktivitas pekerja AS. Ini akan membuat untung perusahaan naik, dan gaji pekerja juga naik, tanpa menyebabkan inflasi. Tapi, banyak anggota Federal Open Market Committee (FOMC) yang tidak setuju dengannya.
Pada 8 Juli, notulen rapat bank sentral bulan Juni dirilis. Ini adalah notulen pertama untuk Warsh sebagai ketua Fed. Notulen ini menunjukkan bahwa para pejabat Fed lebih waspada terhadap risiko inflasi. Inflasi naik tahun ini karena perang di Iran yang mengganggu pengiriman minyak, dan juga karena tarif yang masih ada.
Pejabat Fed juga sangat khawatir soal belanja AI. Empat perusahaan teknologi besar AS – Amazon, Meta, Microsoft, dan Alphabet – sudah mengeluarkan setidaknya 700 miliar dolar untuk membangun pusat data dan membeli peralatan penting seperti semikonduktor.
Namun, pejabat Fed belum mengubah suku bunga. Suku bunga acuan masih di antara 3,50 dan 3,75 persen, tidak berubah sejak Desember. Investor di Wall Street memperkirakan suku bunga akan naik 0,25 persen akhir tahun ini.
Kekhawatiran soal AI di Fed
Sebutan soal pembangunan AI dalam rapat dua hari bulan lalu cukup menarik. Sebab, ini bukan topik diskusi di awal tahun. Sekarang, perusahaan teknologi terus menambah belanja mereka tanpa henti.
"Banyak peserta rapat setuju bahwa permintaan kuat untuk infrastruktur AI kemungkinan akan menekan harga produk komputer dan listrik ke atas," begitu isi notulen rapat.
Apple baru saja menaikkan harga Macbook dan iPad setidaknya 150 dolar. Kata mereka, ini karena kelangkaan chip yang membuat komponen menjadi lebih mahal.
Notulen juga bilang bahwa "kebanyakan peserta" percaya belanja besar AI "bisa membuat tekanan inflasi terus berlanjut." Sederhananya, belanja AI besar-besaran bisa membuat harga perlahan naik terus, bukan sekali naik lalu berhenti.
Tapi, ada yang tidak setuju. Sebagian anggota FOMC menerima argumen Warsh bahwa AI akan meningkatkan produktivitas dan suplai, sehingga inflasi akhirnya akan turun.
Apa Kata Warsh dan Pejabat Fed Lainnya soal AI
Warsh bilang AI akan mengurangi tekanan inflasi pada rantai pasok dalam jangka panjang.
"Kejutan AI menyebabkan ledakan pengeluaran modal. Kami lihat ini awalnya dari sisi permintaan, tapi saya yakin nanti pasti ada dampak pada pasokan," kata Warsh di sebuah forum bank sentral Eropa bulan Juni.
Presiden Fed New York, John Williams, mengatakan belanja AI adalah penyebab permintaan yang konstan. Ini bisa memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga.
"Jika ini terus menerus meningkatkan permintaan dibandingkan dengan pasokan dalam situasi inflasi, saya pikir itu situasi yang tidak bisa Anda lewatkan," kata Williams dalam sebuah acara Fed New York pada 9 Juli.