Vietnam Butuh Rp200 Triliun untuk Agenda Pertumbuhannya. CEO Techcombank Yakin Dana Itu Harus dari Luar Negeri

CEOCEOCEO Techcombank, Jens Lottner, liahat visi pertumbuhan Vietnam dan dia melliat sesuatu yang tidak cocok: rencana besar, tapi uangnya kurang.

Ekonomi Vietnam tumbuh lebih dari 8% pada 2025, tingkat kedua tertinggi dalam sedekade. Ambisi Hanoi lebih besar lagi: Ia ingin Vietnam tumbuh 10% per tahun hingga 2030, dan mencapai status pendapatan tinggi pada 2045, yang butuh tiga kali lipat pendapatan nasional bruto per orang.

Tapi program ekonomi yang ambisius butuh modal. Negara di Asia Tenggara ini punya kebutuan pendanaan hingga $200 miliar untuk infrastruktur transportasi, energi, dan digital.

FTSE akan tingkatkan status Vietnam menjadi pasar emergen sekunder di bulan September, yang akan bantu bawa lebih banyak uang asing. Salah kepikiran Jik Lontter In ya Ga Bakal Cukup

“Orang bilang mungkin ada $3 hingga $5 miliar dana equity yang masuk,” kata Lottner di percakapan sama Fortune. “Tapi kalau lo butuh investasi total $1,1 triliun It ~ Bener Bener ora Gotika”

Lo kan terus Perkin Lambear kasengan lainnya kato Banding bankmasingasel lunnittuk kasianninglengastari sel indau

MEMBACA  Tindakan Apa Selanjutnya dari AS Setelah Venezuela?

Tinggalkan komentar