Trump Usulkan Penundaan Pertemuan Penting dengan Xi Jinping Sekitar Sebulan, Seiring Iran Geser China dari Agenda Utama AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mungkin akan menunda pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping, "sekitar satu bulan lebih" karena dia sedang sibuk mengatasi konflik yang meningkat dengan Iran.

Pertemuan itu seharusnya terjadi antara tanggal 31 Maret dan 2 April, sebagai lanjutan dari pertemuan langsung kedua pemimpin itu di Korea Selatan pada Oktober lalu.

Trump membantah klaim bahwa dia menunda kunjungannya untuk menekan China agar turun campur di Selat Hormuz, jalur air strategis yang saat ini ditutup oleh Iran. "Saya tunggu untuk bertemu [Xi]," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. "[Tapi] sederhana saja, kita sedang ada perang, dan saya pikir penting saya ada di sini."

Namun, penundaan ini berarti Trump dan Xi harus menunggu lebih lama untuk membahas beberapa masalah dalam hubungan AS-China. Misalnya, kontrol ekspor mineral penting oleh China, kontrol ekspor semikonduktor oleh AS, dan tuntutan AS agar China membeli lebih banyak produk pertanian.

Para analis berkata keputusan Presiden AS ini sepertinya karena konflik Iran—dan kebutuhan mengelola konflik yang cepat meningkat serta dampaknya di pasar energi—bukan untuk menekan China.

"Penundaan oleh Trump sepertinya benar-benar tentang mengurus perang Iran," kata Kyle Chan dari Brookings Institution. "Perang Iran sudah makin panas, dan wajar jika panglima tertinggi AS memberikan perhatian penuh."

Kevin Chen dari Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura juga berpikir penundaan yang diwacanakan ini bukan karena China tidak mau membantu AS membuka Selat Hormuz. Apalagi, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng "baru saja melakukan pertemuan yang sangat produktif di Paris".

Dalam pertemuan Paris itu, China menyatakan kesediaan untuk membeli lebih banyak hasil pertanian dari AS, menurut Reuters yang mengutip sumber tidak disebutkan. Pejabat AS juga mengatakan ada pembicaraan tentang membuat mekanisme baru, seperti "Dewan Perdagangan" AS-China untuk mengelola hubungan ekonomi kedua negara.

MEMBACA  Trump Dorong Penggunaan Rekening Tabungan Kesehatan, Namun Tak Bisa untuk Premi Asuransi

Perubahan Prioritas

Sebelumnya, beberapa pejabat Trump menyarankan untuk menarik diri dari beberapa usaha diplomatik AS, seperti dukungan untuk Ukraina, agar bisa lebih fokus untuk menghadapi China.

Tapi sekarang analis mengatakan langkah Trump menunjukan bahwa perang Iran, dan penyumbatan ekspor minyak serta LNG dari Teluk, telah mengalahkan prioritas geopolitik AS lainnya.

"Tindakan Presiden Trump menunda pertemuan puncak dengan Xi mencerminkan perubahan prioritas ke kampanye militer yang sedang berlangsung di Iran," kata Dylan Loh, ahli hubungan internasional dari NTU.

AS kemungkinan punya waktu singkat untuk membentuk peristiwa di Iran. "Dua hingga tiga minggu ke depan mungkin akan menjadi periode paling kritis sebelum situasi Timur Tengah stabil," jelas Khuong Minh Vu, profesor kebijakan publik dari Universitas Nasional Singapura. Dia menambahkan bahwa AS dan Israel akan berusaha melemahkan kemampuan strategis Iran terkait senjata nuklir dan sistem misil.

Vu menambahkan, Trump mungkin juga ingin konflik Iran selesai sebelum dia bernegosiasi dengan China untuk memperkuat posisi tawarnya, terutama jika Trump berhasil menekan Iran menerima perjanjian damai.

China belum memberikan komentar tentang usulan Trump ini. Tapi Beijing mungkin senang dengan penundaan ini; awalnya, mereka meminta tanggal pertemuan yang lebih telat untuk memberi lebih banyak waktu persiapan bagi pejabatnya.

"Saya kira dampaknya tidak akan besar," kata Loh dari NTU. "China akan bersabar."

Tinggalkan komentar