Trump Klaim Amerika ‘Terlalu Banyak Menang’, IMF Setuju namun Sorot Kebijakan Dagangnya Sebagai Penghambat

Ekonomi Amerika Serikat masih jadi yang terbaik di dunia menurut banyak orang, setidaknya begitulah kata Presiden Donald Trump. Tapi posisi tinggi ini terancam, salah satunya karena Amerika sendiri sulit sekali menjaga anggaran yang seimbang. Kebijakan perdagangan pemerintah juga jadi salah satu hal yang menghalangi.

Dalam pidato State of the Union minggu ini, Trump bilang AS "menang lagi, dan faktanya, kita menang begitu banyak sampai bingung harus ngapain." Meski rating persetujuannya rendah, Trump mungkin dapat pujian untuk ekonomi, berkat laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menekankan betapa AS tetap jadi kekuatan ekonomi.

Menurut Kristalina Georgieva, direktur pelaksana IMF, pertumbuhan ekonomi yang kuat, produktivitas yang naik, dan pasar tenaga kerja yang tangguh membuat gambaran ekonomi AS sangat bagus.

"Kami perkirakan ekonomi AS yang kuat akan terus tumbuh dengan kencang tahun ini dan tahun depan," kata Georgieya hari Rabu, tak lama setelah lembaganya merilis tinjauan dan proyeksi tahunan untuk ekonomi AS.

Georgieva puji kinerja "luar biasa" sektor swasta AS tahun lalu. Pertumbuhan GDP capai 2.2% di 2025, dan IMF proyeksikan akan naik jadi 2.4% tahun ini. Ketangguhan ini buat AS jadi penggerak ekonomi utama dunia yang ciptakan "dampak positif untuk ekonomi global" di saat ketidakpastian internasional tinggi, tambahnya.

Ekonomi yang kuat bisa jadi kesempatan terbaik negara itu untuk perbaiki defisit yang membesar, kata Georgieva. Tapi, setidaknya menurut rekomendasi IMF, kecintaan Trump pada tarif hukuman sebagai pendorong utama kebijakan dagangnya mungkin justru menghalangi tercapainya anggaran berimbang.

Memburuknya kondisi fiskal negara itu bisa hapuskan manfaat dari ekonomi AS yang kuat. Menurut IMF, dengan kebijakan saat ini, utang pemerintah bisa capai 140% dari GDP dalam lima tahun ke depan, mungkin lebih dari $50 triliun. Lembaga itu catat paradoks yang meresahkan dalam perubahan kebijakan baru-baru ini. Meski perubahan pajak dan belanja lewat One Big Beautiful Bill Act tahun lalu diperkirakan sedikit dorong aktivitas ekonomi tahun ini dan depan, itu akan tertutupi oleh belanja yang naik dan pendapatan pajak yang turun yang terus dorong utang federal lebih tinggi.

MEMBACA  Pulang: Bagaimana kebijakan perbatasan Trump merobek keluarga | Dokumenter

Trump bilang tarifnya adalah langkah kunci untuk dapat lebih banyak pendapatan dan kurangi defisit, tapi Georgieva secara tak langsung bantah narasi itu. Dia sebut tarif AS sebagai "penghambat pertumbuhan yang lebih kuat" yang turunkan produktivitas. Dalam cerita ekonomi AS yang kuat, "kita bisa lihat lebih banyak berita baik" tanpa efek hukuman dari tarif, katanya.

Kelompok lain punya pandangan lebih hati-hati tentang kemakmuran ekonomi negara itu. Committee for a Responsible Federal Budget yang non-partisan, yang sering berselisih dengan Trump dan pejabatnya soal jalur utang, ibaratkan kenaikan GDP seperti "sugar high ekonomi". Dorongan stimulus jangka pendek akan cepat diikuti defisit yang melebar dan pembayaran bunga yang lebih tinggi, kata CRFB, dan peringatkan beban ini akan timpa kemampuan pemerintah untuk alokasikan belanja di tempat lain.

Saat ini, "AS berada dalam posisi yang bisa danai belanjanya," kata Georgieva. "Ini juga baik untuk dunia secara keseluruhan karena AS yang tumbuh, produktivitas tinggi, tumbuh cepat, dan punya kemampuan ciptakan lebih banyak peluang untuk orang lain, punya efek limpahan positif untuk seluruh dunia."

"Tapi, tolong berhati-hati. Lihat tingkat defisit dan utang. Turunkan itu," tambahnya.

Agar AS bisa pertahankan kemakmurannya tanpa jatuh ke lubang fiskal yang lebih dalam, IMF dukung tujuan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk turunkan defisit federal jadi 3% dari GDP, target yang juga didukung CRFB dan beberapa tokoh sektor swasta termasuk investor miliarder Ray Dalio.

Tapi mencapainya tak akan mudah. IMF hitung defisit tahun lalu 5.9% dari GDP, dan berargumen bahwa menurunkannya ke target itu butuh pemotongan belanja signifikan dan kenaikan pendapatan pemerintah. Banyak dari resep kebijakan IMF bertentangan dengan agenda pemerintah Trump yang menekankan tarif luas dan pengurangan imigrasi. Lembaga itu rekomendasikan ganti tarif dengan pajak konsumsi berbasis tujuan mirip PPN—jenis pajak yang ditanggung konsumen dan cenderung berdampak netral pada perdagangan—restrukturisasi signifikan program mahal seperti Medicare dan Jaminan Sosial; dan terapkan sistem imigrasi berbasis keterampilan untuk jaga pasar tenaga kerja tetap kompetitif.

MEMBACA  Nvidia dan Oracle Rencanakan "Superkomputer Terbesar" di Amerika untuk Trump

Sep sulit apapun perubahan itu, untuk pemerintahan ini atau lainnya, mengikis defisit hanya akan jadi lebih sulit seiring waktu, kata Georgieva, dan tambah bahwa momen ideal adalah sekarang, saat ekonomi masih berjalan cukup kuat.

"Ekonomi AS terus tunjukkan kinerja mengesankan," katanya. "Kabar baik ini beri kesempatan penting bagi pemerintahan untuk atasi ketidakseimbangan fiskal yang sudah lama ada."

Tinggalkan komentar