Trump Dukung Palantir di Tengah Kritik Investor ‘Big Short’ dan Anjloknya Saham

Perjuangan untuk menjadi yang terhebat di bidang Kecerdasan Buatan (AI) sekarang sudah menjadi masalah politik.

Presiden Trump membela perusahaan Palantir Technologies (PTLR) setelah investor “Big Short” Michael Burry mengkritik perusahaan itu karena kehilangan keunggulan perangkat lunaknya awal minggu ini.

Dalam sebuah postingan di Truth Social, presiden itu menyatakan Palantir punya “kemampuan dan peralatan perang yang hebat.” Dia bahkan menantang kritikus untuk “tanya saja pada musuh-musuh kita.” Saham Palantir sempat naik setelah pernyataan berani itu, tapi kemudian turun lagi. Sejak awal tahun, sahamnya sudah turun hampir 30%.

Baca lebih lanjut tentang pergerakan saham Palantir dan aksi pasar hari ini.

Pertengkaran soal Palantir ini terjadi tak lama setelah Burry menyatakan bahwa startup AI Anthropic (ANTH.PVT) telah “mengambil alih pasar Palantir.”

Dalam postingan di X yang sekarang sudah dihapus, pendiri Scion Asset Management itu menunjuk pada kenaikan pesat pendapatan berulang tahunan (ARR) Anthropic dari $9 miliar menjadi $30 miliar sebagai bukti bahwa bisnis beralih ke solusi yang “lebih mudah, lebih murah, [dan lebih] intuitif.”

Burry lalu membandingkannya dengan perjalanan lambat Palantir, mencatat bahwa perusahaan perangkat lunak itu butuh 20 tahun untuk mencapai angka $5 miliar. Menurut dia, portofolio Palantir yang banyak bergantung pada pemerintah menjadi beban yang marginnya rendah. Saham Palantir ditutup pada hari Kamis turun 7%.

Ini bukan hal baru bagi Burry. Investor yang suka melawan arus ini sudah lama pesimis terhadap Palantir, mengungkapkan posisi short yang signifikan lewat opsi put berjangka panjang pada September 2025, dengan bertaruh pada penurunan harga dalam jangka panjang.

Intinya, argumen Burry berdasar pada ide bahwa Palantir beroperasi seperti perusahaan konsultan, bukan murni perusahaan perangkat lunak. Dia berpendapat perusahaan ini terlalu bergantung pada insinyur yang ditempatkan di lapangan (FDE), yang sering bekerja di lokasi klien selama berbulan-bulan untuk merawat sistem. Ini membuat model bisnisnya sulit untuk ditingkatkan skalanya dibanding solusi AI siap pakai seperti Claude dari Anthropic.

MEMBACA  Beberapa eksekutif minyak AS melihat bencana dalam agenda Trump sambil menolak 'bor, bayi, bor' sebagai 'mitos dan teriakan populis'

President Trump berbicara dengan wartawan selama acara Easter Egg Roll di halaman Gedung Putih pada 6 April 2026, di Washington, D.C. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson) · ASSOCIATED PRESS

Namun, dukungan Trump mengalihkan fokus. Sementara Anthropic berkembang cepat di sektor komersial — terutama lewat kesepakatan seperti perjanjian multi-tahun dengan CoreWeave (CRWV) — Palantir justru mengandalkan keamanan nasional.

Dengan pasar yang sangat dipengaruhi oleh pandangan emosional Trump, Palantir, setidaknya untuk saat ini, sedang dalam posisi baik di matanya. Ini sangat berbeda dengan Anthropic, yang tidak disukai pada bulan Maret setelah berselisih dengan Departemen Pertahanan AS soal aturan keamanan AI. Pemerintahan Trump kemudian memberi label lab AI itu sebagai ancaman potensial bagi keamanan nasional.

StockStory bertujuan membantu investor perorangan mengalahkan pasar.

Francisco Velasquez adalah Reporter di Yahoo Finance. Ikuti dia di LinkedIn dan X. Punya tips cerita? Hubungi dia via email di [email protected].

Tinggalkan komentar