Tingkat suku bunga hipotek jangka panjang di AS naik sedikit minggu ini, hampir mencapai titik tertinggi tahun ini. Ini tanda terbaru bahwa biaya pinjaman rumah masih tinggi dibandingkan sebelum perang dengan Iran dimulai.
Suku bunga tetap 30 tahun naik ke 6,52% dari 6,48% minggu lalu, kata Freddie Mac hari Kamis. Meski naik, rata-rata suku bunga masih di bawah 6,84% setahun lalu.
Biaya pinjaman untuk hipotek tetap 15 tahun, yang suka dipakai buat refinancing, juga naik minggu ini. Rata-ratanya naik ke 5,84% dari 5,79% minggu lalu. Setahun lalu, angkanya 5,97%, kata Freddie Mac.
Kalau suku bunga naik, bisa nambah ratusan dolar per bulan buat peminjam, yang bikin daya beli mereka turun.
Suku bunga hipotek dipengaruhi banyak hal, dari kebijakan suku bunga Federal Reserve sampai ekspektasi investor di pasar obligasi soal ekonomi dan inflasi. Biasanya mereka ikuti tren imbal hasil Treasury 10-tahun, yang jadi patokan lender buat harga pinjaman rumah.
Suku bunga cenderung naik sejak konflik AS dan Iran mulai akhir Februari, yang ganggu aliran minyak mentah dari Teluk Persia ke pelanggan di seluruh dunia. Harga minjadi naik tajam, dan itu mendorong inflasi naik.
Ekspektasi harga minyak lebih tinggi karena perang terus berlanjut, bikin imbal hasil obligasi jangka panjang tetap tinggi. Ini sebabnya suku bunga hipotek cenderung naik.
Imbal hasil Treasury 10-tahun AS ada di 4,53% tengah hari Kamis di pasar obligasi, naik dari 4,47% minggu lalu. Di akhir Februari, sebelum perang pecah, angkanya cuma 3,97%.
Baru-baru ini di akhir Februari, rata-rata suku bunga 30 tahun sempat turun di bawah 6% buat pertama kalinya sejak akhir 2022. Sejak itu, belum pernah turun lagi di bawah angka tersebut. Dua minggu lalu, naik ke 6,53%, level tertinggi sejak 28 Agustus.
Meski rata-rata suku bunga jangka panjang masih lebih rendah daripada tahun lalu, tren yang cenderung naik dan ketidakpastian seberapa tinggi suku bunga akan naik, bikin banyak calon pembeli rumah milih nunggu.
Penjulan rumah bekas AS turun tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun lalu, (link) memperpanjang lesunya pasar rumah sejak 2022, ketika suku bunga hipotek mulai naik dari level rendah pasca-pandemi. Penjualan flat aja di April, tapi naik Mei ke laju paling kenceng sejak Desember.
Meski gitu, penjualan hunian bekas terus mendekati laju setahun 4 juta, jah dibawah normal 5,2 juta yang historisnnya.
Data aplikasi hipotek sekarang nunjukin bahwa pembeli rumah yang bisa membeli dengan suku bunga sekarang, tidak sabar nunggu suku bunga turnl lebih rendah.