Starbucks (SBUX) Makin Cemerlang Berkat Strategi Transformasi Jangka Panjang sang CEO

Perusahaan investasi Polen Capital baru aja rilis surat untuk investor kuartal pertama 2026 buat strategi Polen Focus Growth. Suratnya bisa diunduh di sini.

Kuartal pertama 2026 ini pasar saham AS sangat tidak stabil, gara-gara masalah AI dan konflik AS dengan Iran di Timur Tengah. Akibatnya, strategi Polen Focus Growth turun 17.16%, sementara Russell 1000 Growth turun 9.78% dan S&P 500 turun 4.33%. Strategi ini fokus investasi di perusahaan yang penting, punya pendapatan tetap, dan keunggulan bersaing. Mereka manfaatin ketidakstabilan pasar buat beli lebih banyak saham teknologi dan chip. Mereka percaya potensi jangka panjang portofolio ini bagus, terutama perusahaan dengan benteng ekonomi kuat, keuangan sehat, dan pertumbuhan laba beberapa tahun ke depan. Cek juga lima saham unggulan mereka tahun 2026.

Dalam surat itu, Polen sebut Starbucks sebagai kontributor terbesar. Starbucks yang berkantor pusat di Seattle (kode saham SBUX) tutup di $97.28 per saham pada 28 April 2026. Sahamnya naik 7.57% dalam sebulan dan 21.52% dalam setahun. Nilai pasarnya $110.83 miliar.

Polen bilang tentang Starbucks, “Saham SBUX jadi yang paling bagus di Q1 karena rencana turnaround CEO Brian Niccol mulai berhasil. Penjualan toko naik, dan hasil renovasi toko bagus. Kita percaya manajemen baru dan rencana mereka yang masuk akal, plus karakter bisnis yang tidak terpengaruh siklus ekonomi, bikin kita beli saham ini lagi tahun lalu.”

Starbucks nggak masuk daftar 40 saham paling populer di kalangan hedge funds menjelang 2026. Menurut database, 59 hedge funds punya saham ini akhir Q4, turun dari 64 di kuartal sebelumnya. Meski Starbucks bagus, kami pikir saham AI tertentu punya potensi lebih besar dengan risiko lebih rendah. Kalau mau cari saham AI yang murah dan untung dari kebijakan tarif Trump, lihat laporan saham AI jangka pendek terbaik kami.

MEMBACA  Berhenti Mencatat Selamanya, Berkat Aplikasi Catatan Bertenaga AI Seharga $30 Ini

Tinggalkan komentar