Demis Hassabis Anggap PHK Akibat AI Itu Konyol

Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, sangat antusias membahas kemampuan coding model terbaru mereka, Gemini 3.5 Flash. Model ini dilatih untuk menangani tugas coding agentik yang kompleks: menerjemahkan basis kode besar dari satu bahasa ke bahasa lain, menemukan serta memperbaiki bug yang bersembunyi jauh di dalam kode yang rumit, bahkan menulis seluruh sistem operasi dari awal.

Namun, Hassabis tidak serta-merta menganggap hal ini sebagai akhir dari profesi pengembang perangkat lunak. “Saya tidak paham kenapa banyak orang berbicara dengan penuh kepastian tentang itu,” ujar Hassabis kepada WIRED menjelang peluncuran model baru ini di ajang Google I/O hari ini.

“Mungkin ada motif terselubung di balik pesan-pesan semacam itu, seperti mencari dana atau apa pun itu,” kata Hassabis. “Dari sudut pandang saya, dari sudut pandang DeepMind dan Google, kalau para *engineer* jadi tiga hingga empat kali lebih produktif, kita hanya [ingin] mengerjakan tiga hingga empat kali lebih banyak hal.”

Kemampuan coding yang mencengangkan dari model-model terbaru telah memicu ketakutan luas bahwa AI mungkin akan segera menghilangkan peran pemrograman dan pekerjaan *white-collar* lainnya. Para eksekutif di sejumlah perusahaan AI telah memprediksi perpindahan pekerjaan secara massal, sementara sejumlah perusahaan teknologi terkemuka, termasuk Amazon, Salesforce, dan Block, telah mengaitkan PHK baru-baru ini dengan penggunaan AI.

Hassabis bependapat bahwa Alphabet, yang membawahi sejumlah perusahaan selain Google, berada dalam posisi yang tepat untuk memanfaatkan revolusi produktivitas perangkat lunak ini. “Saya punya sejuta ide, mulai dari penemuan obat di laboratorium hingga desain gim,” ujarnya. “Saya akan sangat senang memiliki beberapa *engineer* yang bebas untuk megorbankan waktu mereka mengerjakan hal-hal seperti itu.”

MEMBACA  Vulcan Centaur Mengalami Anomali Booster Selama Uji Penerbangan, Masih Mencapai Orbit

Hassabis juga mengatakan bahwa perusahaan yang ingin menggantikan pengembang dengan AI mungkin membuat kesalahan besar. “Saya pikir itu kurangnya imajinasi—dan kurangnya pemahaman tentang apa yang sebenarnya akan terjadi,” katanya.

Google membeberkan serangkaian inovasi AI pada acara tahunan pengembang mereka. Melalui alat coding bernama Antigravity, Gemini 3.5 Flash menawarkan kemampuan coding dan penalaran mutakhir (*frontier*), namun lebih cepat dan lebih murah dibandingkan penawaran dari para pesaing, klaim Google. Gemini 3.5 Pro, model versi unggulan baru yang lebih canggih, akan diluncurkan pada November depan.

Perusahaan ini perlu mengejar ketertinggalan dalam hal AI *coding*, yang telah menjadi aplikasi penting dan menguntungkan untuk model-model AI terkini. Menurut survei Stack Overflow 2025, Anthropic dan OpenAI memimpin dalam hal adopsi pengembang dengan masing-masing alat mereka, Claude dan Codex.

Perusahaan tersebut juga mendemonstrasikan asisten agentik bernama Spark yang berada di Google Cloud dan memiliki akses ke aplikasi-aplikasinya. Desainnya dibuat lebih aman daripada alat seperti OpenClaw karena aksesnya ke data pribadi dibatasi, ujar Google.

Demen lainnya termasuk versi Android dengan agen AI yang terintegrasi dan versi terbarui Google Search yang menggunakan *ground truth* untuk membuat referensi tautan langsung kepada data dan pengguna,… serta serangkaian pembaruan lainnya. Singkatnya masih banyak dari mereka relevansi.

 

Tinggalkan komentar