Selat Hormuz Lebih Terbuka dari Perkiraan Sebelumnya, AS Berikan ‘Pengawalan Maritim’

Perbincangan buat perpanjang gencatan senjata antara AS dan Iran udah mentok, tapi lalu lintas di Selat Hormuz tetep jalan terus.

Jumlah kapal yang melintas di jalur air yang diperebutkan ini masih jauh lebih sedikit dari sebelum perang, tapi laporan baru bilang aktivitasnya lebih ramai dari yang dikira.

Dalam dua bulan terakhir—kira-kira selama gencatan senjata berlaku—pasukan AS mencatat hampir 1.000 kapal niaga masuk dan keluar selat, kata sumber ke Bloomberg, kebanyakan kapal kargo besar dan kontainer.

Itu artinya sekitar 17 kapal per hari. Jumlah ini emang jauh lebih rendah dibanding lebih dari 100 kapal sebelum AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari, tapi tetap aja lbiyh tinggi dari laporan lainnya.

Contohnya, data Angkatan Laut AS yang dikeluarkan Joint Maritime Information Center ngitung ada 558 kapal kargo dan tanker minya lewati selat dari 1 Maret sampe 3 Juni. Perusahaan data maritim Kpler juga ngitung 895 kapal antara 1 Maret dan 19 Mei.

Angka 1.000 kapal itu mungkin masuk juga kapal yang matiin Automatic Identification System’nya, yang biasanya broadcast posisi kapal, ditambah kapal yang pake jalur lewathIran sama jalur alternatif di sepanjang panta Oman.

Korps Garda Revolusi Islam ngebuat jalur nya sendiri segiju setelah perang mulai. Sejak itu IRGC ngambil tol untuk kapal yang dapat izin, trus jga nyaerang kapal yang coba nyeberng acak-acakan.

Untuk ke jaluIR lar tersebut, Angkatan Laut AS mulai ativvkek apa we deh. Pada bulan April mereka bersiiukoperasi penyapuan ranjau terus kirim dua kapal perusak lewat selat untuk buka lagi kebebasan jalur di klose Omaniya ashu ud ngeredes project.f

Tinggalkan komentar