Saham Teknologi Pimpin Kejatuhan Pasar, Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga AS Memperparah Cemasan Akankah Menguapnya Gelegak Chip Berbasis AI

Harga saham jatuh pada hari Jumat setelah penjualan besar yang dimulai sejak awal minggu karena kekhawatiran tentang keawetan booming AI, ditambah lagi dengan kehawatiran soal kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Indeks Nasdaq jatuh 4%, itu adalah penjualan terburuk sejak April 2025—saat puncaknya guncangan tarif Presiden Donald Trump. S&P 500 turun 2,6%, dan Dow Jones Industrial Average juga turun 1,35%.

Perusahaan chip seperti Micron Technology, Intel, Cisco, dan Nvidia memimpin penurunan, sementara perusahaan besar seperti Meta—yang rencananya akan menggelontorkan miliaran dolar lagi ke AI—serta Amazon dan Microsoft juga mengalami penurunan yang lebih kecil.

Masalah mulai terjadi saat perancang chip Broadcom memberikan panduan yang mengecewakan pada Rabu malam, ketika mereka melaporkan laba kuartalan. Hal itu memicu penjualan pada hari Kamis yang kemudian semakin parah setelah laporan kerja yang kuat pada hari Jumat.

Data bulanan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa perusahaan menambah 172.000 pekerjaan bulan lalu, hampir dua kali lipat dari perkiraan Wall Street. Bulan-bulan sebelumnya juga direvisi lebih tinggi, yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja ternyata lebih kuat dari yang diperkirakan, meskipun harga minyak naik akibat perang di Iran.

Dengan situasi ketenagakerjaan yang terlihat lebih stabil, Fed diperkirakan akan lebih fokus pada pengendalian inflasi yang sudah melebihi target 2% selama lima tahun.

Investor memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga harapan untuk pemotongan suku bunga dalam waktu dekat semakin pudar.

Imbal hasil obligasi 10 tahun melonjak 5,5 basis poin pada hari Jumat menjadi 4,532%. Ini terjadi meskipun harga minyak turun, yang sebelumnya mendorong imbal hasil naik.

Meski demikian, beberapa analis di Wall Street masih berharap bahwa bank sentral akan tetap bertahan dan tidak mengubah suku bunga, daripada menaikkannya lagi.

MEMBACA  Judul: xAI Elon Musk Targetkan Valuasi $113 Miliar dalam Penjualan Saham $300 Juta

Christopher Hodge, kepala ekonom AS di perusahaan pialang institusional Natixis CIB Americas, mengatakan dalam catatannya bahwa hambatan untuk menaikkan suku bunga masih tinggi, dengan pertumbuhan upah yang rendah, produktivitas yang tinggi, dan ekspektasi inflasi yang tetap stabil.

“Tidak adanya percepatan pertumbuhan upah dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil, tapi tidak terlalu panas,” tulisnya. “Perbedaan ini penting. Pasar kerja yang mulai goyah membutuhkan pembuat kebijakan untuk turun tangan dengan pemotongan suku bunga—dan jelas bukan itu yang terjadi sekarang. Pasar kerja yang tumbuh pesat dan semakin ketat mungkin memerlukan kenaikan suku bunga—tapi kami pikir belum sampai di situ juga. Sebaliknya, ini adalah pasar tenaga kerja ‘goldilocks’ yang kokoh, tapi tanpa menambah dorongan inflasi.”

Cerita ini pertama kali dimuat di Fortune.com

Tinggalkan komentar