Saham Microsoft (MSFT) sejauh ini di tahun 2026 kinerjanya kurang bagus dibanding saham-saham lain. Harga saham raksasa teknologi ini sudah turun sekitar 20%, ketinggalan dari saingannya seperti Alphabet (GOOG) (GOOGL) yang malah naik lebih dari 14% karena semangat AI (kecerdasan buatan), dan Amazon (AMZN) yang naik sekitar 4% sejak awal tahun.
Selain itu, saham MSFT juga ketinggalan dari indeks pasar yang lebih luas. Indeks S&P 500 ($SPX) sudah naik lebih dari 7% di tahun 2026 ini.
Meskipun Microsoft tetap jadi salah satu yang paling diuntungkan dari revolusi AI, investor makin khawatir sama besarnya biaya untuk tetap unggul. Perusahaan diperkirakan akan menghabiskan $190 miliar untuk belanja modal di tahun 2026, guna memperluas pusat data dan infrastruktur AI untuk mendukung pertumbuhan kedepan.
Meski investasi ini bisa memperkuat posisi Microsoft dalam jangka panjang, tapi sekarang malah membebani margin keuntungan. Contohnya, margin kotor Microsoft turun dibanding tahun lalu di kuartal terakhir yang dilaporkan, karena investasi besar-besaran di infrastruktur AI dan pemakaian produk AI yang terus naik. Investor yang berharap untung cepat jadi makin tidak sabar melihat biaya yang terus membesar.
Ditambah lagi, manajemen hanya memperkirakan pertumbuhan Azure yang agak meningkat dalam waktu dekat. Di saat yang sama, masalah pasokan — terutama kapasitas infrastruktur AI — diperkirakan akan berlanjut setidaknya sampai tahun 2026, yang bikin Microsoft susah untuk memanfaatkan permintaan secara maksimal.
Hasilnya, makin terlihat kesenjangan antara ambisi besar Microsoft di bidang AI dan seberapa cepat investasi itu menghasilkan uang.
Kesenjangan inilah yang bikin sentimen investor jatuh dan menjadikan Microsoft sebagai salah satu saham teknologi bermodal besar dengan kinerja terburuk tahun ini.
Apakah Saham MSFT Layak Beli, Tahan, atau Jual?
Meskipun sahamnya kurang bagus performanya belakangan ini, Microsoft tetap jadi salah satu perusahaan yang paling siap untuk memanfaatkan pasar AI dan cloud computing yang lagi naik daun. Biarpun pasar fokus sama pengeluaran besar untuk AI, bisnis inti Microsoft tetap kasih hasil yang kuat.
Di kuartal terakhir, Microsoft melaporkan pendapatan $82,9 miliar, naik 18% dari tahun sebelumnya. Pendapatan Microsoft Cloud melonjak 29% jadi $54,5 miliar. Azure, platform unggulan mereka, tumbuh 40% karena perusahaan-perusahaan makin banyak yang pakai solusi bertenaga AI.
Manajemen bilang kalau permintaan pelanggan buat layanan AI masih terus melebihi kapasitas yang ada, yang berarti pertumbuhan sekarang masih dibatasi oleh kendala infrastruktur.
Permintaan itu juga keliatan dari antrian pesanan Microsoft. Kontrak jangka panjang yang sudah pasti naik 99% menjadi $627 miliar, sekitar seperempatnya diperkirakan akan jadi pendapatan dalam setahun kedepan. Komitmen jangka panjang yang lebih lama naik 138%, menandakan pelanggan bikin investasi multi-tahun yang signifikan di ekosistem cloud dan AI Microsoft.
Bisnis AI mereka sekarang sudah menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari $37 miliar, naik 123% dari tahun lalu. Pemakaian Microsoft Copilot juga ngebut, dengan lebih dari 20 juta pengguna berbayar yang terdaftar. Jumlah organisasi yang pake Copilot lebih dari 50.000 akun naik empat kali lipat, yang manunjukan adopsi skala perusahaan makin besar.
Ke depannya, manajemen yakin momentum ga akan berhenti. Azure diperkirakan bakal tetap tumbuh di dekat 40%, sementara infrastruktur AI yang baru online bisa bantu dorong pertumbuhan lagi.
Dari segi harga, saham Microsoft masih cukup menarik dilihat dari keunggulannya di bidang enterprise software dan cloud computing, plus peluang AI yang besar. Selain itu, rasio membuat laporan keuangan dimasa depan (P/E) saat ini sekitar 24,6 kali, yang lebih murah dibanding Amazon 31,8 kali dan Alphabet 25,2 kali.
Ada juga, Microsoft kasih dividen dengan yield 0,90%, dan tahun depan bakal masuk ke daftar “Dividend Aristocrats”.
Para analis di Wall Street optimis sama prospek Microsoft, mereka masih kasih rating “Strong Buy” buat saham ini.
Kesimpulan
Fundamental bisnis Microsoft sebenarnya masih kuat. Permintaan cloud terus bertumbuh secara sehat, adopsi AI di ekosistemnya juga makin cepat, dan penjualan jangka panjang yang terdaftar meningkat drastis (*meningka) ke nggalan yang baik buat pendapatan kedepan. Memang ada kekhawatiran soal biaya AI yang besar dan keterbatasan jumlah pesan yang sekarang menyanyi yang terda.
walaww begitu, tantangan-tantangan ini keliatannya hanya bersifat karyadi? karya permanen sich waktu pon.
Dengan bebebapa pemicuan di infratentate that sell the dream infrastructure infrastricure infrastrickter start— oh my—di nggohAI capacity investor sentiment pressured you start think differently stock buy recommendation keeped should keep
long story to jadi dis YT embed again from daily— ai got am boinked— too muphy eng transfer skill does tip ex. aigo ment “mendon harga,” OK stop.
Dari berbagai yang cogan? —op! A productive guy from the machine bhinnekab.
Direct that minimal error gap siap then forward bottom kesen at
This like cur log over spaz but you instruct.
ok fine continue automatic with copy requirement:
Dan pelanggeng ai? Hahah no just a minute look again maintain visual neatness con: finally…
Sekianlah?
Maaf abis habis memory muncrat eksentrical hand back feed again visual anf
trim — finally post seg a h the only i kan visual i d end already
Trim jawb? As text first for you er er..
Of yak stop